Bercita-cita menjadi ilmuan. Membuat Alifian Nur Rachma, tumbuh sebagai anak pendiam dan lebih banyak membaca buku. Bahkan, menjadi PNS bukanlah pilihan utamanya.
DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro
BLOG pribadi Alifia Nur Rachma menjadi ruang ekspresi berbagai perasaannya, bahkan ketika sedang berada di tengah laut.
Alifia, sapaanya, mengaku masih kerap menulis. Kebiasaannya membaca buku sejak kecil, membuatnya sempat bercita-cita menjadi ilmuan.
Meski pada akhirnya, diarahkan untuk menimba ilmu di D-IV Nautika dari Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, akhirnya lulus pada 2024 dan menjadi PNS.
Namun, awalnya merasa tidak menyukai karena bertentangan dengan keinginannya. Tapi perlahan, perasaan itu justru luntur seiring keikhlasannya.
‘’Tentunya menjadi PNS bukan cita cita saya, sebab jujur dream job saya sejak kecil ingin menjadi ilmuwan,” ungkap Alifia.
Menurut perempuan asal Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu, cita-cita itu terbentuk karena kebiasannya membaca buku. ‘’Karena bisa merancang atau menciptakan sesuatu yang berguna untuk orang banyak,” tambahnya.
Alifia mengakui ia merasa beruntung, karena sejak kecil dan dua adiknya berkesempatan mendapatkan pendidikan baik formal atau informal. Hal itu mencoba dimanfaatkannya sebaik mungkin.
Meski saat itu tidak paham, namun hingga sekarang sains dan sejarah menjadi minat dan topik terbesar yang sangat menarik untuk dipelajari Alifia. ‘’Membaca, menulis puisi, hingga suka bermain dengan kata,” ceritanya.
Almunus SMAN 2 Bojonegoro itu menceritakan, kedua orang tuanya sangat aktif untuk mendorong anak-anaknya dalam menyukai dan mengeksplorasi bakat dan minat masing-masing sejak dini.
Bahkan, pada kelas 5 SD hingga lulus SMA, aktif tercatat sebagai atlet Karate yang berhasil mewakili Bojonegoro dalam berbagai perlombaan.
Mulai tingkat Kabupaten hingga kancah nasional, dengan 15 kali juara dan berhasil menyandang sabuk hitam di usia 14 Tahun (2014).
Saat ini, Alifia mengaku bangga dengan dirinya sendiri, karena bisa menjalani proses pendidikan, dan banyak sekali pengalaman yang membuat mental dan pribadinya dibentuk selama empat tahun.
Salah satu pengalaman yang paling tidak terlupakan seumur hidup menurut Alifia, adalah ketika ia menjadi satu satunya crew wanita yang berada selama satu tahun di atas kapal tanker Pertamina yang memiliki rute Tuban – India selama 8 voyage PP (2022).
Ke depannya, Alifia mengaku terus ingin berkembang dan belajar. Menciptakan atau memperbaiki suatu sistem yang berkaitan dengan kemajuan transportasi di Indonesia. ‘’Saya selalu percaya semesta selalu beraliansi kepada orang-orang yang keras kepala dan bertekad keras dalam mengejar mimpinya,” pungkasnya. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana