Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lima Penyanyi Cilik Bojonegoro Borong Juara Melodi Kemerdekaan 2024: Dikerjakan Singkat, Utamakan Proses Maksimal, dan Bertanggung Jawab

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 16 September 2024 | 18:24 WIB

 

 

JUARA: Penampilan duo penyanyi cilik Bilqis (kiri) dan Sheva mengenakan pakaian adat NTT dalam video klip lagu Gami Fa Mi Re. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
JUARA: Penampilan duo penyanyi cilik Bilqis (kiri) dan Sheva mengenakan pakaian adat NTT dalam video klip lagu Gami Fa Mi Re. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Lima penyanyi cilik dari Peristiwa Harmoni Music School (PHMS) Bojonegoro berhasil mengantongi empat juara ajang kompetisi Melodi Kemerdekaan 2024 yang digelar Kemenparekraf. Tiga di antaranya juara favorit dan satu lainnya juara utama.


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


SIAPA tak tahu lagu daerah terkenal satu ini, Gemu Fa Mi Re. Hampir di setiap kegiatan kepanduan seperti Pramuka, outbound, hingga acara rukun tetangga (RT) dan karang taruna sering kali digunakan. Maka, tak ayal lagu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) itu memiliki daya tarik tersendiri. Tempo, melodi, hingga harmoninya mudah dicerna telinga.

Terlebih, jika diaransemen begitu indah seperti besutan PHMS Bojonegoro dengan anak didiknya Bilqis dan Sheva. Duo penyanyi cilik itu berhasil menyabet juara 1 di ajang Melodi Kemerdekaan 2024 untuk Peringatan HUT ke-79 RI.

’’Putar ke kiri e. Nona manis putarlah ke kiri. Ke kiri ke kiri ke kiri. Dan ke kiri ke kiri ke kiri. Ke kiri manis e,” nyanyi Bilqis dan Sheva dalam cuplikan Instagram Peristiwa Harmoni. Owner PHMS Bojonegoro Andre Peristiwa menyampaikan, perlombaan Melodi Kemerdekaan 2024 diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Siswa-siswinya berhasil mengantongi sejumlah juara dan mengharumkan nama Kota Ledre.

Rinciannya, tiga juara 16 besar juara favorit meliputi Kayla, 16, dengan membawakan lagu Rasa Sayange; Assyifa, 15, lagu Apuse; dan Reiner, 7, membawakan lagu Kampuang Nan Jauh di Mato. Dan, Juara 1, yakni Bilqis dan Sheva membawakan lagu Gemu Fa Mi Re.

’’Kurang lebih diikuti 200 peserta berasal dari Sabang sampai Merauke. Lomba kali ini panitia menyediakan sembilan opsi lagu daerah yang bisa diaransemen dan dikreasikan. Total hadiah 17 juta,” jelasnya.

Andre melanjutkan, untuk audio di lomba diselenggarakan merupakan bentuk karya atau reinterpretasi lagu yang sudah ada. Konsepnya improvisasi gitar akustik dan vokal. Dia menyampaikan, semua pengambilan video atau visual dilakukan di Bojonegoro.

Di antaranya Jembatan Kaliketek, karena dianggap lokasi andalan dan banyak pilihan spot. Juga di Kayangan Api dan Grogolan.

’’Semua penggarapan empat karya ini terbilang singkat di sela kegiatan lainnya. Seperti Bilqis, memiliki jadwal manggung sebagai drummer dan Kayla vokal di band Beauty Killers. Juga, Assyifa juga ada kegiatan vocal group acara besar dinpora (dinas pemuda dan olahraga),” ungkapnya.

Sehingga, ia bersyukur, meski ada halangan tetap bisa berproses. Sebab, tujuan mengikuti lomba untuk menambah wawasan dan pengetahuan betapa kayanya lagu daerah Indonesia. Serta, menambah teman dari berbagai wilayah dan latar belakang budaya.

’’Yang bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan ke depannya agar menjadi lebih baik,’’ tutur Andre. Dia menegaskan, dalam mengikuti lomba tidak pernah ada target atau ambisi harus jadi juara.

Penekanan sebenarnya adalah saat proses pelaksanaan. Harus maksimal, jujur, dan tanggung jawab. Prinsipnya, kalah tidak masalah. Karena sebagai pembelajaran dan apabila menang merupakan bonus.

’’Semoga hasil ini bisa membuat kami lebih semangat dan bersungguh-sungguh dalam proses di bidang apapun. Meski tidak tinggal di kota besar, dengan fasilitas yang ada semua punya kesempatan dan kemungkinan prestasi yang sama besarnya. Tidak ada yang tidak mungkin kecuali tidak mau,” tandas pria domisili Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota itu. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#cilik #kecamatan #Banjarejo #penyanyi #kelurahan #Juara #bojonegoro #Lagu #ntt #Kemenparekraf #Dinpora #kota #PHMS