Bertempat tinggal jauh dari perkotaan tidak menurunkan semangat belajar Faiza Azzahra. Dia aktif mengikuti kelas olimpiade di sekolah hingga dipandang guru mudah memahami materi.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
ANGKA dalam matematika menjadi sahabat sekaligus makanan sehari-hari bagi Faiza Azzahra, siswi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 1 Kedungadem. Cukup berbeda dibanding siswa-siswi lainnya yang kurang menyukai hal berbau hitungan.
Banyak prestasi ditorehnya. Meski bisa dibilang tempat tinggalnya jauh dari perkotaan. Hal itu tak menghalangi gadis 13 tahun itu semangat menggali dan mengakses informasi. Bahkan, berkat keuletan dan kegigihannya ia berhasil meraih medali perunggu pada olimpiade Matematika Level III (Kelas V-VI) Festival Anak Berprestasi Indonesia (FABI) se-Jawa Bali 2024.
Wakil Kepala MIM 1 Kedungadem bidang kesiswaan Aulia Enggar Nastiti mengungkapkan, Faiza sudah terlihat menyukai dunia matematika sejak lama. Karena didukung orang tuanya bakat itu pun berhasil dikembangkan.
’’Dia (Faiza) rajin mengikuti kelas olimpiade di sekolah. Ikut les privat juga saat di rumah,” jelas Enggar. Dia menyampaikan, gadis asal Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem itu mengikuti kelas olimpiade di sekolah saat kelas V.
Kemudian, aktif mengikuti berbagai kompetisi dan berhasil meraih berbagai juara. Di antaranya menjadi perwakilan sekolah di lomba Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se-Keresidenan Bojonegoro dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2024.
Selanjutnya, Juara 2 Matematika Fijar Course Competition 2023, juara 1 Matematika Level V di ajang Genius Competition 2024, Juara 3 Olimpiade Sains Mathematic ALISCO 2024, dan peraih medali perunggu olimpiade Matematika Level III FABI se-Jawa Bali 2024.
Guru Kelas Olimpiade MIM 1 Kedungadem Vinna Agus Trianti menambahkan, Faiza merupakan siswi cepat tanggap ketika pembelajaran dan mendapat peringkat 1 di kelas. Saat diberi penjelasan dan soal latihan, menurut Vinna, langsung mudah memahami.
Faiza menunjukkan bakat dan ketertarikan dalam mata pelajaran (mapel) ilmu pasti atau hitung menghitung. ’’Dasarnya pintar. Bahkan, hampir tidak pernah absen kelas olimpiade meski diadakan empat kali dalam seminggu. Dia (Faiza) juga rajin,” pendapat guru 25 tahun itu.
Vinna mengapresiasi siswinya cepat tanggap dalam pembelajaran hingga berhasil mengantongi medali perunggu. Bahkan, dia mengaku, senang mengajar Faiza lantaran tidak membutuhkan banyak tenaga karena mudah paham. Juga, jarang bertanya. ’’Dia (Faiza) jarang bertanya karena mudah paham. Dan pemalu juga,” ucapnya. (*/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana