Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Febriana Hidayatus Sholihah, Salah Satu Pencetus Mie Ekstrak Akar Alang-Alang: Almarhumah Ibu Memotivasi untuk Tidak Takut Mencoba

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 18:50 WIB
BERPRESTASI: Deretan prestasi akademik maupun non akademik pernah diraih Febriana Hidayatus Sholihah. Salah satunya ia bersama timnya raih PKM AMLI. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BERPRESTASI: Deretan prestasi akademik maupun non akademik pernah diraih Febriana Hidayatus Sholihah. Salah satunya ia bersama timnya raih PKM AMLI. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Mencoba hal baru yang penuh tantangan menjadi pemantik semangat Febriana Hidayatus Sholihah mencetak prestasi. Gadis 21 tahun tersebut bahkan berhasil mengolah tanaman liar alang-alang menjadi produk mie.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


KESENANGAN untuk mencoba hal baru berhasil memunculkan ide-ide luar biasa. Tantangan bukan lagi halangan, justru malah menjadi pemantik semangatnya terus berkembang.

Dari kesenangannya tersebut, Febriana Hidayatus Sholihah berhasil menciptakan karya pangan inovatif. Yakni, membuat mie ekstrak dari akar alang-alang (mikalang). Melihat banyaknya tanaman alang-alang dengan pertumbuhan yang cukup cepat.

Membuat Lisa bersama dengan tim memaksimalkan potensi tanaman tersebut sebagai produk makanan. Terlebih, setelah dikaji, akar alang-alang memiliki banyak kandungan bermanfaat. Salah satunya, dapat mencegah diabetes.

Produk mikalang dibuat menggunakan tepung mocaf dan ekstrak akar alang-alang. Produk ini dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Bahkan, warna hijau dari produk ini juga berasal dari daun pandan asli, tanpa pewarna.

Dengan cetusan inovasi produk mikalang tersebut, Lisa bersama teman setim yang berjumlah lima orang itu berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (PKM AMLI).

’’Berhasil lolos dalam program tingkat nasional tersebut dan mendapat pendanaan,” ujar mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Negeri Malang (UM) tersebut. Selain berprestasi di bidang inovasi, Lisa juga berhasil menorehkan beberapa prestasi lain.

Di antaranya, sebagai Finalis Duta Pustaka Jawa Timur 2024, nominasi As Inspiring Beauty 2023 pada event 157 Duta Muslimah Hijab Indonesia, hingga berhasil menerbitkan buku H: Reroncen Crita Cekak ber-ISBN.

’’Saya juga aktif mengikuti berbagai lomba dan organisasi internal maupun eksternal kampus,” kata penerima Beasiswa dari PT Adaro Indonesia tersebut. Segala perjuangan dilalui perempuan 21 tahun tersebut hingga sampai pada titik sekarang.

Tidak hanya cerita menyenangkan, banyak suka-duka turut mewarnai jalannya. Meski begitu, ia tidak putus asa. Dengan keyakinan bahwa segala perjuangan akan ada hasilnya, ia terus semangat melangkah ke depan.

Gadis asal Desa Pohwates, Kecamatan Kepohbaru tersebut mengatakan, sosok ibu menjadi role model dalam menjalani kehidupan. Dari ibunya, ia mendapat motivasi untuk tidak takut mencoba, tidak putus asa ketika gagal, dan terus introspeksi diri serta belajar lagi.

Namun, kesedihan mendalam menghampirinya. Yakni, kehilangan sosok ibu yang menjadi panutan dalam hidup. Hal tersebut membuat Lisa benar-benar merasa down dan hilang arah. Sampai akhirnya ia berhasil kembali bangkit dengan menyibukkan diri di berbagai kegiatan.

Alih-alih melupakan segala luka, justru dari situ banyak kesempatan terbuka untuk dirinya. Hingga berhasil menorehkan beragam prestasi membanggakan.

’’Saya masih punya satu bunga matahari yang masih mekar indah untuk melindungi, mendukung, dan meyakinkan saya. Satu duka dalam perjalanan hidup itu pasti ada dan bukan akhir dari segalanya,” pungkasnya. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kesenangan #diabetes #mie #kreativitas #Ekstrak #um #MIPA #LPTK #Asosiasi #motivasi #PKM #AMLI #Pencetus #mencegah #Inovatif #alang-alang