Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Martono, Kaligrafer Ukir Asal Desa Tulungagung, Kecamatan Malo: Tekuni Kaligrafi Sejak MTs, Juga Rambah Seni Pahat Tiga Dimensi

Hakam Alghivari • Rabu, 17 Juli 2024 | 19:21 WIB

 

 

INDAH MENAWAN: Hasil karya Martono mengukir kayu dengan sentuhan seni kaligrafi begitu indah dan menawan. Separo hidupnya ia curahkan pada kesenian kaligrafi.(IST/RADAR BOJONEGORO)
INDAH MENAWAN: Hasil karya Martono mengukir kayu dengan sentuhan seni kaligrafi begitu indah dan menawan. Separo hidupnya ia curahkan pada kesenian kaligrafi.(IST/RADAR BOJONEGORO)

Keahlian Martono di bidang seni kaligrafi tidak diragukan lagi. Ia mampu membuat karya kaligrafi ukir dua maupun tiga dimensi. Bahkan, karyanya telah terjual hingga ke luar negeri.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


UKIRAN kaligrafi terlihat menawan pada pintu kayu rumah Martono. Seolah menyambut siapa pun yang berkunjung dengan untaian salam terukir pada setiap bagian. Diukir dengan indah menghasilkan karya seni bernilai tinggi.

Dengan perpaduan warna kayu dan emas membuat karya ukir kaligrafi tersebut terlihat mewah menawan. Martono telah mendalami seni kaligrafi sejak 1987. Tepatnya, ketika masih duduk di bangku kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Ketika naik kelas 3 MTs, ia sempat berhenti melanjutkan sekolah karena terhalang biaya. Kemudian, memilih lebih menekuni seni kaligrafi lebih dalam lagi. Namun, tidak berselang lama, berkat bakatnya tersebut ia mendapat panggilan dari kepala sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikannya.

’’Saya sempat keluar sekolah karena tidak mampu membayar. Karena anaknya orang tidak mampu. Saya keluar dan menekuni kaligrafi terus, akhirnya mendapat panggilan disuruh masuk sekolah lagi,” kisahnya.

Laki-laki 50 tahun tersebut menceritakan, terus mendalami seni kaligrafi setiap harinya. Ia semakin aktif menekuni kaligrafi ketika masuk Madrasah Aliyah (MA) pada 1994 lalu. Bahkan, Martono langsung membuat poster, spanduk, dan tulisan-tulisan kaligrafi ketika pulang sekolah.

Mengingat, saat itu banyak pesanan dari orang-orang yang hajatan untuk membuat semacam dekorasi yang terdapat lafal kaligrafinya. Dia mengatakan, setelah lulus MA semakin aktif setiap harinya untuk membuat aneka spanduk dan poster untuk berbagai acara.

Termasuk, ketika ada acara salawatan. Sejak saat itu, pesanannya merembet tidak hanya karya kaligrafi di atas kertas atau kain. Namun, beragam pesanan seni ukir dari kayu jati juga berdatangan.

’’Sejak itu banyak yang pesan ukir-ukiran dari kayu jati, termasuk dari desa-desa sebelah,” ujar laki-laki asal Desa Tulungagung, Kecamatan Malo tersebut. Tidak hanya menghasilkan seni karya dua dimensi. Alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) tersebut juga ahli dalam seni pahat atau ukir tiga dimensi.

Bahkan, relief hasil karyanya sudah terjual dengan harga yang tidak murah. Tidak hanya dari pembeli dalam negeri, karya seni ukir kaligrafinya juga sudah melanglang buana hingga di luar negeri.

Dia mengerjakan seluruh pesanan karya kaligrafinya setelah pulang dari sekolah. Mengingat, pekerjaannya sebagai guru mata pelajar Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus guru ekstrakurikuler kaligrafi di sekolahnya.

Tidak hanya mengerjakan pesanan karya ukir kaligrafi. Dia juga mengembangkan bakatnya di bidang seni pahat dan berbagai furnitur kayu.

Martono menekuni seni kaligrafi secara otodidak, tidak ada guru atau pun tempat belajar khusus. Namun, berdasar cerita yang didapatkannya, memang terdapat darah seni dari keluarganya.

Yakni, dari mbah buyut yang juga ahli di bidang seni kaligrafi. Tidak berhenti di dirinya. Ia terus menyalurkan darah seni turunan dari keluarganya tersebut kepada anak-anaknya. Bahkan, sang anak juga pernah terpilih sebagai peserta lomba kaligrafi tingkat kabupaten untuk mewakili sekolahnya.

’’Saya suka seni kaligrafi. Karena menulis lafal-lafal Alquran bisa menjadikan hati tenang. Semua karya saya juga ada cerita dan sejarah yang memiliki arti tersendiri,” pungkasnya. (*/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Guru #seni #Lafal #karya #Pendidikan #MTs #ma #alquran #spanduk #tiga dimensi #unugiri #ekstra kurikuler #ukir #poster #bojonegoro #Luar Negeri #Sekolah #kaligrafi