Berbagai jenis motor tua terparkir rapi di kediaman Lukman Kharis, Kepala Desa/Kecamatan Ngraho ini hobi merawat motor tua karena memiliki banyak cerita di setiap unitnya.
Beberapa motor klasik koleksi Lukman Kharis, di antaranya Norton, Vesta, RS100, dan malaria 2 tak. Motor-motor itu sangat berharga. Terlebih, setiap motor klasik mempunyai nilai sejarahnya sendiri. Seperti, sejarah motor yang dulunya dipakai penjajah.
Kemudian, diwariskan kepada orang-orang tertentu. Nilai historis yang melekat dengan nilai-nilai seni tersebut yang membuat motor klasik menjadi barang berharga.
“Barang klasik memang tidak bisa diukur dengan apapun. Jadi, kami menyukai barang antik dan klasik ini karena memang ada nilai sejarahnya,” ujar laki-laki berusia sekitar 44 tahun tersebut.
Menurut Lukman, sapaan Lukman Kharis, kecintaan motor klasik sejak duduk di bangku SMA, saat itu mulai mengikuti komunitas motor klasik yang salah satu pendiri adalah ayahnya sendiri.
Yakni, Paguyuban Pecinta Scooter yang berdiri pada 1998 dan termasuk komunitas motor klasik tertua di Bojonegoro.
Dengan bergabung sesama pecinta motor klasik. Lukman merasakan hidup yang sebenarnya. Terlebih, susah senang selalu dalam suatu kebersamaan. Hingga merasakan kebahagiaan yang tidak bisa ditukar dengan uang. Jiwanya selalu senang dan bisa menikmati hidup.
Banyak kegiatan yang dilakukan Kepala Desa Ngraho tersebut bersama para pecinta motor klasik. Bahkan, hampir seluruh wilayah di Pulau Jawa sudah dikunjunginya.
Selain itu, juga sudah pernah menikmati keindahan Pulau Sumatra dengan motor tua kebanggaannya. Dengan menjelajah ke berbagai daerah, hidup lebih tenang dan bahagia.
Banyak hal mengesankan yang Lukman dapatkan dari berbagai turing yang pernah dilakukan. Mulai dari bertemu dengan teman-teman pecinta motor klasik lain dari berbagai daerah.
Hingga menghadapi berbagai masalah di jalan yang berhasil dilewati dengan kebersamaan.
“Namanya motor tua, pasti ada kendala di jalan. Seperti, mogok, rusak, dan lainnya. Dari situ merasakan arti kebersamaan dan saling membantu,” tuturnya.
Bagi Lukman, sekecil apapun momen akan menjadi sangat berkesan apabila berhubungan dengan motor klasik. Seperti dalam turing, ia belajar banyak hal. Baik tentang bertahan hidup di tempat baru hingga menyatu dengan alam. Menjadi refreshing tersendiri untuk mengatasi kejenuhan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Keindahannya tidak bisa terukur. Luar biasa Tuhan dalam menciptakan semua keindahan yang bisa dinikmati ini,” lanjutnya.
Kecintaan Lukman terhadap motor terus membuncah. Bahkan, berharap dapat menambah koleksi motor klasiknya. Agar dapat lebih banyak lagi mengumpulkan setiap sejarah dalam bentuk motor.
“Istilahnya, nambah sejarah dalam bentuk motor. Jadi berharap, kalau bisa nambah koleksi motor klasik,” pungkasnya. (*/ewi)
Editor : Hakam Alghivari