BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Deretan seni kaligrafi dua dimensi terpajang indah. Hiasan dinding itu karya Moch Miftachuddin. Keahliannya menuliskan berbagai jenis huruf hijaiyah menghasilkan karya kaligrafi yang memukau.
Tak jarang juga ia mengikuti beragam pameran dari berbagai belahan dunia. Seperti, Libanon, India, hingga Malaysia. Selain kaligrafi, Udin sapaannya, juga ahli dalam bidang seni lukis hingga mural.
Alumni Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan ini mulai mendalami seni kaligrafi sejak masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI). Berawal dari melihat karya kaligrafi yang terpajang di dinding-dinding rumah ataupun Masjid. Kemudian, merasa terinspirasi mendalami seni kaligrafi.
Ketika masih duduk di bangku MI, pria 25 tahun ini hanya belajar otodidak. Sambil mencontoh aneka jenis kaligrafi yang terdapat di berbagai buku. Minatnya dalam bidang seni kaligrafi terus diasah.
Pada saat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), Udin mendalami bakatnya menulis kaligrafi dengan mengikuti ekstrakulikuler di sekolahnya.
‘’Setelah lulus sekolah tidak hanya belajar kaligrafi saja. Tapi, juga belajar seni lukis dan mural. Kemudian, memperdalam ilmu kaligrafi di Sekolah Kaligrafi AlQuran Kabupaten Jombang, Jawa Timur,’’ cerita pria asal Desa Tejo, Kecamatan Kanor tersebut.
Tidak hanya mendalami ilmu di dalam negeri, Udin juga kerap mengikuti berbagai macam pameran kaligrafi di berbagai negara. Selain untuk mendalami dan mencari beragam pengalaman di bidang seni kaligrafi. Dia juga berhasil memamerkan karyanya hingga di kancah Internasional.
Beragam lomba dan pameran yang pernah diikuti Udin, di antaranya sebagai partisipan Lomba Kaligrafi Kontemporer Se-Jawa pada 2017; pastisipan Musabaqoh Khat Riq’ah Asean pada 2021; Partisipan Pameran Kaligrafi Virtual Libanon pada 2022; partisipan Pameran Kaligrafi Virtual India pada 2022; dan partisipan Pameran Kaligrafi Virtual Malaysia pada 2023.
‘’Berhasil masuk 10 besar pada lomba Kaligrafi Kontemporer Se-Jawa pada 2017,’’ kenangnya.
Nilai religius menjadi alasan Udin menekui bidang seni kaligrafi. Selain itu, bertujuan melestarikan seni islami. Kecintaannya terhadap bidang seni kaligrafi membuat setiap part dari proses pembuatan kaligrafi menjadi bagian dicintai. Baginya, setiap part tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
‘’Saya berharap seni kaligrafi di Bojonegoro bisa semakin berkembang dan banyak diminati,’’ pungkasnya. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari