Berawal dari teman ngopi yang berbeda pengalaman. Namun, satu kesamaan akhirnya terbentuk grup musik Islami Santri Kanjeng. Beranggotakan sebelas personel, musik digunakan cukup beragam.
YANA DWI KURNIYA WATI, Radar Bojonegoro
BERMUSIK menjadi hobi banyak digandrungi dari berbagai kalangan. Baik kaum muda hingga tua. Alunannya syahdu bagi penggemarnya. Dari aliran rock, mellow dan slow, pop, hingga yang berbau agama. Seperti petikan gitar dan tabuhan gamelan yang diiringi keyboard grup musik Santri Kanjeng asal Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas.
Dung, tek, tek, dung, dung, tek, tek, tek, dung, tek. Salah satu awalan kunci dalam rebana yanga terngiang ketika musik dilantunkan. Iramanya masuk dengan tegas di telinga membuat pendengar tersirna. Seperti tabuhan salah satu pemegang alat musik yang diketuai M. Agus Syaiful Alim.
Pemuda akrab disapa Agsay ini mengatakan, grup musik dengan berbagai latar belakang pemain itu berdiri dan mendapat nomor induk dari dinas pariwisata dan kebudayaan (disbudpar) sejak 2023. Awalnya hanya fokus di hadrah. Namun, kini mengalami perkembangan. Alatnya mulai beragam. ‘’Tambahan pertamanya yakni gamelan. Karena kami bertujuan memegang kebudayaan Jawa yang dipasi dengan irama musik Islami,” tuturnya.
Dia menceritakan, pembentukan gurp musik itu berawal dari perkumpulan teman ngopi. Latar belakangnya pun berbeda-beda. Namun, memiliki satu kesamaan yakni menyukai dunia musik. Berangkat dari seringnya berkumpul untuk ngopi akhirnya mereka memutuskan membentuk grup musik. Harapannya menjadi simbol dengan berbeda dan keberagaman akan tercipta sesuatu yang sangat indah. ‘’Semoga kami bisa meneladani akhlak santri untuk selalu tawadhu atau sederhana,” tuturnya.
Pria 32 tahun itu melanjutkan, aliran musik dibawakan grupnya fokus pada salawat. Namun, dengan aransemen dan kreasi tersendiri. Juga, tetap membawakan lagu-lagu umum. Misal qasidah, melayu, dan pop. ‘’Untuk kendalam Alhamdulillah selama ini aman (tidak ada),” ungkapnya.
Agsay menuturkan, alat musik dibawanya mengalami penambahan. Tidak hanya rebana kini ada tujuh jenis alat. Dari keyboard, seruling, ketipung, gitar melodi, gitar gambus, dua gamelan, dan dua rebana. Menarik hingga daerah luar kabupaten, grup musik Santri Kanjeng tidak hanya menerima undangan dari dalam kota. Yakni sampai Lamongan dan Tuban. ‘’Semoga bisa bermanfaat,” harap dia (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana