Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Raylene Anabel Kaseh, Salah Satu Violinis Muda di Lamongan: Ikuti Orang Tua, Tempat Kursus Sering Berpindah

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 24 Maret 2024 | 01:45 WIB
BERBAKAT: Raylene Anabel Kaseh, salah satu violinis muda di Lamongan (ANJAR DWI PRADIPTA/RADAR LAMONGAN)
BERBAKAT: Raylene Anabel Kaseh, salah satu violinis muda di Lamongan (ANJAR DWI PRADIPTA/RADAR LAMONGAN)

 

Tak banyak pemain biola di Lamongan. Salah satunya, Raylene Anabel Kaseh, yang pernah belajar kepada komponis Purwacaraka.


RIKA RATWAMATI, LAMONGAN


SIANG itu suasana SMPN 1 Lamongan sepi. Sebagian siswanya sudah pulang. Di lobi, seorang siswi berkulit putih menyetem biola.

Sesekali tangan kanannya menggerakkan bow dan tangan kiri menekan senar. Ketika senar digesek, menghasilkan bunyi yang lembut dan khas.

Raylene Anabel Kaseh, siswi kelas VIII itu, sudah lihai memainkan biola. Dia kerap berbagi ilmu kepada teman - teman di sekolah yang tergabung dalam grup paduan suara. Raylene menjadi pemain biola paling senior. Dia memiliki banyak pengalaman karena sering tampil di berbagai acara.

Dia beberapa kali diminta perform untuk persembahan gereja. Sejak kelas I SD Raylene tertarik dengan biola. Setahun kemudian dia belajar memainkan alat musik tersebut. Orang tuanya mencarikan guru privat untuk mengajarinya.

Raylene harus pindah – pindah tempat les privat. Sebab, dia harus mengikuti orang tuanya yang pindah tugas ke berbagai pulau di Indonesia. Kepindahan itu juga membuatnya merasa beruntung.

Raylene berkesempatan mendapatkan bimbingan komponis handal Indonesia Purwacaraka. Menurut dia, belajar dengan musikus dan komponis besar cukup menyenangkan, tapi juga tegang. “Senang karena bisa menyerap banyak ilmu, tapi waktu privatnya juga tidak lama jadi harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin,” terang bungsu dua bersaudara itu.

Raylene mulai mengoleksi biola. Semakin bagus kualitas kayu, maka semakin mahal harga biola. Semakin berat biola itu, maka kualitas nada yang dihasilkan bakal lebih bagus. “Kalau terlalu ringan, nada yang dihasilkan kurang menarik,” tuturnya.

Dari dua bersaudara, hanya Raylene yang memiliki kegemaran bermain biola. Kakaknya lebih memilih mengikuti jejak kakek dan keluarga besarnya menjadi vokal.

Untuk persiapan mentas, Raylene membutuhkan waktu satu hingga dua hari. “Kalau sejauh ini, memang belum ada lomba khusus. Jadi hanya perform saja karena waktunya juga masih fokus sekolah,” terang pelajar yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jurusan hukum itu. (*/yan)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#biola #Komponis #musik #smpn 1 lamongan #Privat #lamongan