Achmad Fajar Fathoni menjadi salah satu dari lima pemain putra daerah di Persibo pada Liga 3 Jatim. Fajar menjadi pemain yang mengantarkan The Giant Killer meraih trofi Liga 3 regional.
IRVAN RAMADHON, Radar Bojonegoro.
‘’MASIH latihan sendiri ini,” ungkap Fajar ketika dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (13/3).
Sebenarnya, kemarin Fajar dan skuad Persibo lainya mendapat jatah libur awal Ramadan. Namun, tetap diinstruksikan untuk menjaga kondisi. Meski tidak mendapat program latihan mandiri.
Sehingga, Fajar memanfaatkan waktu sore hari sebelum berbuka untuk berlatih ringan.
Pemain berusia 23 tahun tersebut fokus menatap putaran nasional Liga 3. Terlebih waktu persiapan menyisakan sekitar satu bulan. Sehingga harus dimaksimalkan.
Fajar belum puas membawa Persibo menjadi juara Liga 3 Jatim. Sehingga saat ini fokus pada target yang lebih tinggi, menjadi juara Liga 3 dan membawa Persibo naik kasta ke Liga 2.
‘’Di putaran nasional tim tetap solid untuk menggapai juara nasional dan naik kasta ke Liga 2,” ungkap pemain asal Desa Sumberagung, Kecamatan Kepohbaru tersebut.
Pemain berposisi sayap tersebut sebenarnya sudah sangat bangga bisa mengambil alih juara 1 Liga 3 Jatim dengan Persibo. Terlebih tim kota kelahiran.
‘’Kesempataan ini (menjadi juara) sangatlah bersejarah,” ungkap pemain pernah memperkuat Porprov 2022 tersebut.
Terlebih selama Persibo mengarungi pertandingan Liga 3 Jatim tidaklah mudah. Semua tim ingin lolos sampai nasional. Sehingga tampil habis-habisan untuk memperbutkan tiket untuk putaran nasional.
Namun, dengan tim yang solid di dalam maupun luar lapangan membuat Persibo mampu menjadi juara. Juga lolos ke putaran nasional dan memiliki peluang naik kasta ke Liga 2. Bahkan menjadi Juara Liga 3 musim 2023.
Fajar mendapatkan pengalaman berharga bisa satu tim dengan pemain hebat dan berpengalaman di persepakbolaan Indonesia. Seperti Munhar, Bayu Nugroho, Roni Rosadi, hingga Diego Banowo. Terlebih semua pemain senior tersebut adalah idolanya di waktu kecil.
Eks Pemain Persipon Ponorogo tersebut tidak minder atau berkecil hati ketika bemain bersama pemain senior yang sudah berengalaman. Justru memberikan motivasi lebih agar bisa bermain lebih baik dan mengimbangi para pemain senior.
‘’Tidak ada rasa minder sama sekali malah membuat termotifasi agar lebih baik kedepannya,” ungkap eks Bantul United tersebut. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana