RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Suasana malam di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro terasa lebih hangat dan sarat makna budaya. Purnama Sastra Bojonegoro (PSB) kembali digelar untuk yang ke-69 kalinya, Sabtu malam (17/5/2025) di Sanggar Abdi Dalem, yang merupakan binaan Suyanto MYK. Acara ini menjadi ajang temu sastra dan budaya yang mempertemukan para seniman lintas generasi.
Acara dimulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh berbagai tokoh seni, pelajar, serta masyarakat umum. Salah satu tamu kehormatan adalah Eko Budi Susanto, S.E., Penjabat Kepala Desa Sugihwaras. Dalam sambutannya, ia menyatakan rasa bangganya bisa hadir di tengah-tengah para seniman.
"Saya merasa sangat tersanjung bisa berada di antara para seniman semua. Beruntung saya kebetulan saya diamanahi menjadi PJ Kepala Desa sehingga bisa bergabung disini," ucap Eko Budi Susanto mengawali sambutannya.
"Apapun yang terjadi, seni tradisi harus tetap lestari," imbuh Eko Budi Susanto mengakhiri sambutannya sebelum kemudian membacakan puisi karyanya sendiri di atas panggung.
Panggung PSB malam itu tampil semarak dengan penampilan tari Remong oleh Ridho Tegar Wahono, siswa kelas XII SMAN 1 Sugihwaras. Tarian klasik yang penuh semangat ini diiringi langsung oleh Kelompok Karawitan "Sak Karepe Dewe", yang konsisten memberikan dukungan musikal dalam setiap sesi penampilan.
Tak hanya tari dan musik tradisi, pembacaan puisi, geguritan, dongeng, wayang kulit, wayang Thengul dan tembang macapat turut memeriahkan malam budaya tersebut. Semua tampil dalam harmoni yang menyuarakan semangat pelestarian budaya lokal.
Agus Sighro Budiono dan Lila Kavya memandu acara dengan apik, menjaga suasana tetap hidup dari awal hingga akhir. Para seniman muda Bojonegoro tampak antusias, tak ketinggalan sejumlah nama besar dalam dunia seni dan sastra lokal seperti Eko Peye, Sumari, Darminto, Gampang Prawoto, Herry Abdi Gusti, dan Burhanudin Joe turut hadir, menambah kekuatan dan semangat kolaborasi dalam perhelatan budaya tersebut.
Purnama Sastra Bojonegoro kembali membuktikan dirinya sebagai ruang yang hangat dan terbuka untuk ekspresi budaya dan seni tradisi. Di tengah arus zaman, acara ini terus menjadi pelita yang menerangi jalan pelestarian budaya lokal. (cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana