Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Festival Kaligrafi Piala Kantor Kemenag Bojonegoro 2024: Seleksi 280 Karya Terbaik Berlangsung Ketat

Hakam Alghivari • Jumat, 24 Mei 2024 | 23:00 WIB

 

KETAT: Tim juri Festival Kaligrafi Piala Kantor Kemenag Bojonegoro sedang melakukan penjurian Kamis (23/5).
KETAT: Tim juri Festival Kaligrafi Piala Kantor Kemenag Bojonegoro sedang melakukan penjurian Kamis (23/5).

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Setelah 11.30 karya peserta Festival Kaligrafi Piala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro 2024 tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) terkumpul.

Panitia Kamis (23/5) menghadirkan dua juri profesional untuk menentukan 208 karya terbaik, yang akan masuk di Grand Final pada Sabtu (25/5) mendatang.

Menurut salah satu juri Festival Kaligrafi Piala Kantor Kemenag Bojonegoro 2024 Lukman Hakim, dari jumlah total sekitar 11.301 peserta akan dipilih 280 karya terbaik.

Pada seleksi awal ini belum bisa diketahui hasil karya para siswa ini murni buatan sendiri atau ada intervensi dari pihak lain. Mengingat, pengerjaannya berlangsung di rumah atau sekolah masing-masing.

‘’Semoga di grand final nanti karyanya lebih bagus. Terlebih, semua pembina atau pelatih nanti dilarang melakukan intervensi. Jadi, murni karya para peserta,’’ katanya.

Kaligrafer asal Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras itu menjelaskan,

kriteria dalam penilaian kaligrafi meliputi kebenaran tulisan sesuai kaidah, kreativitas atau kekayaan imajinasi, dan tata warna. Kemudian, komposisi, kebersihan, keindahan, serta kerapian.

Seniman Bojonegoro Eko Peye mengatakan, penilaian karya kaligrafi dari artistik lebih kepada memberikan background pada tulisan kaligrafi sendiri untuk mempercantik dan memperindah visualnya.

Berdasar karya yang diseleksi, rerata lebih kepada unsur dekoratif. Untuk ke kontemporer masih sangat minim.

Sehingga, anak-anak perlu dikenalkan atau disosialisasikan tentang teknik atau bentuk aliran dalam kaligrafi.

‘’Sementara ini masih tingkat dasar sekali, tapi sudah bagus perkembangannya. Nanti kita tunggu ketika grand final, semoga lebih baik daripada yang diseleksi hari ini,’’ pungkas juri berkaca mata itu. (ewi/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#festival #kemenag #bojonegoro #madrasah ibtidaiyah #kaligrafi