Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

EA Kini Jadi Milik Arab Saudi dan Menantu Donald Trump, Resmi Diakuisisi PIF Dengan Banderol Rp 917 Triliun

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 30 September 2025 | 19:44 WIB
Kantor perusahaan Electronic Arts (EA) di Redwood, California, AS. (Dok. Getty Images)
Kantor perusahaan Electronic Arts (EA) di Redwood, California, AS. (Dok. Getty Images)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pengembang gim video legendaris asal Amerika Serikat, Electronic Arts (EA) kini resmi berpindah ke tangan kerajaan Arab Saudi. Kepemilikan perusahaan resmi berganti pada Senin malam (29/9) setelah akuisisi perusahaan resmi diumumkan oleh pihak EA.

Secara spesifik, EA menyetujui akuisisi oleh perusahaan investasi milik kerajaan Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF, kurang lebih mirip Danantara milik pemerintah Indonesia). Selain PIF, dua perusahaan keuangan AS juga turut membeking akuisisi tersebut melalui pembentukan konsortium bersama PIF, yakni Silver Lake Management dan Affinity Partners.

Menurut pernyataan resmi EA sebagaimana dikutip dari CNBC dan Financial Post, aksi korporasi tersebut bernilai USD 55 miliar, atau sekitar Rp 917 triliun. Dari akuisisi utuh atau seratus persen ini, seluruh pemegang saham nantinya akan menerima dividen sebesar USD 210 (Rp 3,5 juta) per lembar saham.

PIF sendiri sebelumnya telah menanam saham kepemilikan EA sebanyak 10 persen sebelum melakukan akuisisi. Transaksi akuisisi dalam bentuk ekuitas dan utang tersebut diperkirakan tuntas pada awal 2027, dan mengubah bentuk perusahaan dari perseroan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

“Transaksi ini bertujuan untuk mempercepat inovasi dan mengembangkan masa depan industri hiburan. PIF, Silver Lake dan Affinity kenyang akan pengalaman, modal, dam jaringan dalam bidang gim video, hiburan dan olahraga yang memberi kesempatan bagi EA untuk mencampurkan pengalaman hiburan digital dan langsung, meningkatkan interaksi dengan penggemar, dan membuka peluang pengembangan baru,” bunyi pernyataan perusahaan.

Tentu pernyataan tersebut bukan omong belaka. Misal di kalangan sepak bola, PIF terkenal sebagai pemilik klub English Premier League (Liga Inggris), Newcastle United. Kemudian Silver Lake merupakan salah satu investor yang mendanai City Football Holdings, grup holding yang membawahi Manchester City, Girona, New York City FC dan banyak klub lain.

Meskipun akuisisi mengubah bentuk perusahaan menjadi perusahaan tertutup, struktur perusahaan tidak berubah, dengan Andrew Wilson masih menjabat sebagai CEO EA. “Peristiwa ini adalah bentuk apresiasi signifikan terhadap hasil karya pekerja kreatif kami. Sehingga saya sangat bersemangat menyambut masa depan bersama rekan-rekan baru kami,” komentar Andrew.

Menariknya, salah satu perusahaan yang tergabung bersama konsortium, Affinity Partners, merupakan perusahaan milik Jared Kushner, yang lebih dikenal sebagai menantu dari Presiden AS, Donald Trump. Jared juga pernah menjabat sebagai penasihat Trump saat periode pertama menjabat sebagai presiden pada 2017 hingga 2021.

“Saya mengagumi kemampuan EA untuk menciptakan berbagai produk yang ikonik dan mudah membekas dalam ingatan. Sebagai seorang yang tumbuh besar memainkan gim video mereka, serta masih bermain bersama anak-anak saya, saya sangat gembira,” komentar Jared.

Akuisisi EA oleh konsortium PIF merupakan transaksi terbesar kedua dalam sejarah industri gim video. Rekor transaksi masih dipegang oleh Microsoft, yang mengakuisisi Activision Blizzard 2022 silam dengan banderol USD 68,7 miliar, atau Rp 1.120 triliun.

Momen ini bertepatan dengan meluncurnya beberapa titel gim video baru milik EA. Selain telah meluncurkan EA Sports FC 26 dan Battlefield 6 sebelum akuisisi diumumkan, mereka juga meluncurkan uji coba terbuka untuk membangkitkan serial Skate setelah vakum 17 tahun.

Selain itu, aksi korporasi kali ini bukan pertama kalinya PIF berinvestasi di dunia gim video. Sebelumnya PIF telah mengakuisisi dua pengembang gim video, Scopely dan Niantic, serta dua perusahaan penyelenggara turnamen eSports, ESL dan FACEIT. Melalui akusisi ESL, mereka juga menyelenggarakan Esports World Cup sejak 2024.

Bahkan PIF bukan satu-satunya perusahaan milik kerajaan Arab Saudi yang menjadi invesitor gim video. Sebelumnya Raja Arab Saudi, Mohammad bin Salman melalui yayasannya, MiSK Foundation menjadi pemilik perusahaan pengembang gim video asal Jepang, SNK, sejak 2022. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#amerika serikat #arab saudi #kerajaan arab saudi #donald trump #menantu #Affinity #Kepemilikan #Public Investment Fund #olahraga #jared kushner #video game #EA #electronic arts #gim #akuisisi perusahaan #gim video #pif #Danantara #akuisisi #saham