RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Siapa sangka jajanan tradisional yang sudah berusia puluhan tahun ini tiba-tiba kembali viral di media sosial?
Bika Ambon, kue khas Medan yang terkenal dengan tekstur berseratnya yang unik, kembali menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital, terutama TikTok.
Popularitas Bika Ambon di era digital ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Ci Mehong, seorang penjual Bika Ambon yang videonya viral di TikTok.
Dengan gaya promosinya yang khas, Ci Mehong berhasil menarik perhatian jutaan pengguna TikTok.
Baca Juga: Coba Resep Cokelat Dubai yang Sedang Viral Saat Ini, Renyah dan Manis Ala Timur Tengah
Video-videonya yang menampilkan proses pembuatan dan penjualan Bika Ambon dengan narasi yang lucu dan menarik membuat banyak orang penasaran dengan kue tradisional ini.
Berkat viralnya Ci Mehong, banyak influencer dan content creator yang kemudian mulai me-review Bika Ambon untuk pertama kalinya.
Mereka terkejut dengan tekstur yang begitu unik, yakni berserat seperti benang-benang halus yang bisa ditarik-tarik.
Reaksi kaget dan kagum para influencer ini semakin menambah daya tarik Bika Ambon di mata generasi muda.
Meski namanya "Bika Ambon", ternyata kue ini bukan berasal dari Ambon, Maluku. Justru sebaliknya, Bika Ambon adalah kue khas dari Medan, Sumatera Utara.
Baca Juga: Dualisme Identitas Wingko Babat: Lahir di Lamongan, Besar dan Terkenal di Semarang
Nama "Ambon" sendiri konon diambil dari nama salah satu daerah di Medan, bukan dari kota Ambon. Fakta menarik ini semakin menambah keunikan cerita di balik kue legendaris ini.
Bika Ambon terlihat begitu istimewa karena teksturnya yang berserat.
Ketika dipotong atau dimakan, kue ini akan menampilkan serat-serat halus yang menyerupai benang.
Tekstur ini tercipta dari proses fermentasi yang khusus menggunakan tape singkong dan santan kelapa.
Rasanya manis dengan aroma pandan yang khas, membuat siapa saja yang mencicipinya langsung ketagihan.
Inovasi Rasa di Era Modern
Seiring dengan kembalinya popularitas Bika Ambon, para produsen tidak tinggal diam. Mereka mulai berinovasi dengan berbagai varian rasa baru seperti cokelat, keju, durian, bahkan matcha.
Baca Juga: Resep Kue Leker Pisang Cokelat: Renyah, Manis, Nagih!
Kemasan juga dibuat lebih menarik dan modern untuk menarik minat konsumen. Tidak hanya itu, kini Bika Ambon juga tersedia dalam berbagai ukuran, dari yang mini hingga jumbo.
Bahkan ada yang dibuat dalam bentuk cupcake atau dipotong kotak-kotak kecil untuk memudahkan konsumsi.
Kembalinya Kue Tradisional ke Panggung Utama
Fenomena viral Bika Ambon ini membuktikan, bahwa kue tradisional Indonesia memiliki potensi besar untuk kembali populer di era digital.
Dengan bantuan media sosial dan kreativitas dalam promosi, makanan warisan nenek moyang bisa kembali diminati oleh generasi muda.
Baca Juga: Permainan Tradisional Makin Tenggelam di Tengah Gempuran Teknologi
Bika Ambon bukan sekadar kue biasa, tapi merupakan bagian dari warisan kuliner Indonesia yang patut dilestarikan.
Teksturnya yang unik, rasa yang khas, dan cerita di baliknya membuat kue ini layak mendapat tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.
Jadi, jangan heran kalau sekarang Bika Ambon kembali ramai di pasaran dan menjadi buah tangan favorit saat berkunjung ke Medan. Si manis legendaris ini memang tidak pernah kehilangan pesonanya. (jes)
Editor : Bhagas Dani Purwoko