Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Comeback Epik Film Misteri Pendakian: Pencarian Terakhir, Sekuel dari Film 2008 yang Menghidupkan Kembali Horor Gunung

Hakam Alghivari • Jumat, 8 Agustus 2025 | 22:25 WIB

Pencarian Terakhir, film misteri gunung dari Starvision setelah sukses dengan film Sekawan Limo.
Pencarian Terakhir, film misteri gunung dari Starvision setelah sukses dengan film Sekawan Limo.

Kisah pencarian yang menggugah dan penuh misteri kembali diangkat Starvision dalam Pencarian Terakhir. Sekuel dari film 2008 ini menuntaskan trilogi spiritual bersama Sekawan Limo dan Petaka Gunung Gede.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Lebih dari satu dekade sejak film pertamanya dirilis pada 2008, sutradara Affandi Abdul Rachman kembali menghidupkan dunia penuh teka-teki dalam semesta horor pendakian lewat film Pencarian Terakhir.

Diproduksi oleh Starvision, film ini bukan sekadar lanjutan, melainkan babak baru yang lebih epik, emosional, dan penuh makna dalam semesta cerita pendakian misterius.

Pencarian Terakhir dijadwalkan tayang di bioskop mulai 28 Agustus 2025, dan menjadi bagian dari semacam trilogi spiritual bersama dua film pendahulunya, Sekawan Limo dan Petaka Gunung Gede.

Ketiganya menyuguhkan kisah horor dan kehilangan di jalur pendakian gunung, menggabungkan elemen ketegangan, keindahan alam, dan kedalaman emosional yang jarang disentuh film bergenre serupa.

"Setelah sukses mengangkat kisah pendakian di Sekawan Limo dan Petaka Gunung Gede, dan banyaknya berita orang hilang di gunung, saya prihatin dengan peristiwa yang dialami para korban, keluarga, dan tim sukarelawan pencarian," ungkap produser Chand Parwez Servia.

Pencarian Terakhir didedikasikan untuk jiwa-jiwa yang hilang di pelukan gunung dan mereka yang tanpa pamrih turut mencarinya," tambahnya. 

Nostalgia dan Luka Lama yang Terulang

Film ini melanjutkan kisah Tito dan Sita, dua tokoh yang mengalami tragedi kehilangan di Gunung Sarangan. Dikisahkan, Sita menghilang saat ulang tahun putrinya, Drupadi, yang kala itu berusia 10 tahun.

Hilangnya sang ibu membuat hubungan keluarga mereka retak. Ketika Drupadi menginjak usia 17, ia memutuskan melakukan pencarian sendiri ke titik terakhir sang ibu terlihat—gunung yang sama yang dulu menjadi saksi bisu perpisahan mereka.

“Film ini tidak terlepas dari misteri di Gunung Sarangan yang dialami Tito, Sita, Bagus, Oji, Gancar, dan Kang Bernard beberapa tahun lalu,” cerita Affandi Abdul Rachman.

Affandi seakan ingin menegaskan bahwa ini bukan sekadar kisah horor, tetapi juga drama keluarga yang penuh emosi.

Kisah Pencarian Terakhir menggali trauma, cinta, dan pengorbanan. Tidak hanya mengisahkan peristiwa di masa kini, film ini membawa kembali karakter-karakter dari film pertamanya dan mempertemukan mereka dengan generasi baru, seperti Drupadi, Raka, dan sahabat-sahabatnya.

Baca Juga: Mengintip Pesona Wastra Ivan Gunawan: Saat Budaya Disulam Menjadi Gaya

Misteri dan Spiritualitas di Jalur Pendakian

Sebagaimana Sekawan Limo dan Petaka Gunung Gede, Pencarian Terakhir menjadikan pendakian gunung bukan sekadar latar, melainkan bagian inti dari konflik. Gunung Sarangan digambarkan sebagai tempat yang indah sekaligus sakral. Ada kekuatan tak terlihat yang meresap di setiap jalur, menyimpan kisah yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan logika.

Penulis skenario Nataya Bagya menyebutkan bahwa film ini menjadi bentuk penghormatan bagi mereka yang menjaga alam dengan hati.

“Jika bicara tentang gunung, sudah pasti keindahan alam dan kehangatan saat pendakian. Namun banyak tempat sakral menyimpan misteri yang sulit dijelaskan. Film ini adalah cinta dan kasih kepada mereka yang tanpa pamrih menjaga lingkungan pegunungan,” katanya.

Kombinasi Pemain Lama dan Baru

Film Pencarian Terakhir mempertemukan para aktor dari film orisinal dengan wajah-wajah baru yang turut membangun dimensi cerita yang segar. Donny Alamsyah kembali memerankan Tito, sementara Artika Sari Devi sebagai Sita, dan Adzana Ashel dipercaya memerankan Drupadi versi remaja.

Adzana menilai perannya sebagai Drupadi bukan sekadar tentang pencarian fisik, tetapi juga pencarian emosional untuk memahami cinta dan kehilangan.

“Drupadi menjadi suara anak tunggal perempuan di rumah. Sosok ayah dan ibu adalah cinta pertama. Film ini menyampaikan bahwa ikatan cinta dan kekeluargaan akan terus utuh dalam keadaan bagaimanapun,” tuturnya.

Donny Alamsyah menambahkan bahwa beban peran Tito cukup berat secara psikologis. Ia harus menghadapi trauma lama dan menghadapinya demi keluarga.

Trilogi Spiritual yang Sarat Makna ala Starvision

Dengan Pencarian Terakhir, Affandi dan Starvision menghadirkan penutup yang terasa sekaligus pembuka pemahaman baru tentang kehilangan, alam, dan kekuatan manusia untuk tetap mencari meski harapan nyaris padam.

Ketiga film, yakni Sekawan Limo, Petaka Gunung Gede, dan Pencarian Terakhir tidak dihubungkan secara langsung lewat plot, tetapi melalui tema dan atmosfer yang serupa: horor yang datang dari kedalaman jiwa, dari alam yang menyimpan rahasia, dan dari manusia yang ingin mengungkapnya.

Kisah yang diangkat bukan hanya horor yang menakutkan, tapi horor yang menggugah kesadaran bahwa gunung bukan sekadar destinasi, melainkan ruang spiritual yang layak dihormati. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#starvision #Sekawan Limo #horor #film #pendakian gunung #pencarian terakhir