RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tengah berbagai narasi sejarah dan budaya yang kaya di Indonesia, muncul sebuah mitos menarik yang telah lama beredar di masyarakat, khususnya di Jawa Timur.
Mitos ini menyebutkan, bahwa seorang Presiden Republik Indonesia yang berani menginjakkan kaki di Bojonegoro, Jawa Timur, konon akan berisiko lengser dari jabatannya. Perbincangan mengenai mitos ini sempat kembali mencuat ketika Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Gongseng di Bojonegoro pada 2021 lalu secara daring, bersamaan dengan peresmian bendungan di Trenggalek.
Kemudian, menjadi perbincangan kembali. Mengingat dijadwalkannya Presiden RI Prabowo Subianto akan berkunjung di Bojonegoro hari ini (26/6). Presiden akan meresmikan BUIC di Lapangan Banyu Urip turut Kecamatan Gayam.
Asal Mula Mitos: Kisah dari Era Majapahit
Legenda tersebut mengisahkan bahwa setiap raja yang pertama kali menyeberangi Sungai Bengawan Solo untuk memasuki wilayah Bojonegoro, akan mengalami kekalahan. Kisah Arya Penangsang seringkali dijadikan contoh untuk memperkuat narasi mitos ini. Disebutkan bahwa Arya Penangsang kehilangan kesaktiannya dan mengalami kekalahan setelah ia menyeberangi Bengawan Solo saat hendak menyerang prajurit Pajang.
Dengan demikian, mitos yang berkembang di masyarakat menyiratkan bahwa setiap pemimpin nasional yang memasuki wilayah Bojonegoro sebaiknya bersiap untuk kehilangan posisi kepemimpinannya. Narasi ini, meskipun berakar pada cerita rakyat dan keyakinan budaya, tetap menjadi bagian menarik dari kekayaan lokal Bojonegoro.
Fakta-Fakta Sejarah: Presiden Soekarno dan Soeharto Pernah Berkunjung di Bojonegoro
Presiden pertama RI, Soekarno, tercatat secara definitif pernah melakukan kunjungan kerja di Bojonegoro.
-
Tanggal Kunjungan: 9 Juli 1957.
-
Agenda Kunjungan: Berdasarkan arsip dan pemberitaan sejarah, kunjungan Presiden Soekarno meliputi beberapa agenda, termasuk singgah dan menginap di kediaman Kepala Karesidenan Bojonegoro saat itu, Raden Mochtar, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman.
Sumber dari buku berjudul Mijn vriend Sukarno (1995) karya seorang jurnalis investigatif asal Belanda Willem Leonard Oltmans. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Pustaka Sinar Harapan pada 2001 dengan judul Bung Karno Sahabatku.
Berdasarkan buku tersebut, Willem Leonard Oltmans menceritakan bahwa dia bersama Ir Soekarno berkunjung ke Bojonegoro pada 9 Juli 1957. Namun, tak dijelaskan secara gamblang lokasi rumah yang disinggahi Ir Soekarno.
Di Bojonegoro, presiden akan berpidato dan didampingi oleh istri keempatnya, Hartini. Saat itu, pertama kalinya seorang profesor Amerika bernama Guy Pauker bergabung dengan rombongan Ir Soekarno.
Sumber dari buku lain berjudul Brigade Ronggolawe, Presiden Soekarno berkunjung di Bojonegoro pada 1946. Salah satu agenda dari kunjungan Presiden Soekarno ini, adalah untuk meresmikan sebuah "Pasar Malam" yang akan diselenggarakan warga Bojonegoro, di Alun-Alun Bojonegoro.
Pasar Malam ini, diselenggarakan sebagai bentuk jawaban dari Republik Indonesia, khususnya Bojonegoro, kepada pihak Belanda. Bahwa, wilayah Bojonegoro, akan sepenuhnya mendukung kemerdekaan Indonesia. Dan, sekaligus menegaskan, bahwa propaganda dari pihak Belanda tentang krisis ekononi yang menimpa Indonesia ketika itu hanyalah omong kosong belaka.
Presiden kedua RI, Soeharto, juga tercatat pernah mengunjungi Bojonegoro.
- Tanggal Kunjungan: 24 Juli 1970.
-
Agenda Kunjungan: Berdasarkan dokumentasi foto lawas dari komunitas Facebook "Bojonegoro Tempo Dulu" dan pemberitaan media, Presiden Soeharto diketahui pernah mengunjungi Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (KAREB). Kunjungan ini sejalan dengan fokus pemerintahan Orde Baru pada pembangunan ekonomi dan koperasi sebagai soko guru perekonomian. Kemudian, Presiden Soeharto juga berkunjung di wilayah Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan.
Presiden Joko Widodo memiliki beberapa catatan interaksi dengan Kabupaten Bojonegoro, namun tidak dalam bentuk kunjungan kerja yang teragendakan secara penuh.
-
Melintas dan Singgah (2015): Pada 7 Maret 2015, Presiden Jokowi tercatat pernah melintas dan singgah sesaat di wilayah Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, dalam perjalanannya menuju Kabupaten Blora. Presiden meninjau lokasi pembibitan jati.
-
Peresmian Virtual (2021): Pada 30 November 2021, Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Gongseng yang berlokasi di Bojonegoro. Namun, peresmian tersebut dilakukan secara daring dari lokasi Bendungan Tugu di Trenggalek.
-
Rencana Kunjungan yang Batal: Beberapa kali rencana kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Bojonegoro, termasuk untuk meresmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada tahun 2022, dijadwalkan namun kemudian dibatalkan atau diwakilkan. Proyek JTB pada akhirnya diresmikan oleh Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin pada Februari 2023.
Presiden Lainnya (B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono)
- KH Abdurrahman Wahid memiliki kedekatan emosional dan sering berkunjung ke Bojonegoro, terutama untuk berziarah dan bersilaturahmi dengan para kiai dan tokoh masyarakat. Namun, berbagai sumber kredibel menyatakan bahwa kunjungan-kunjungan tersebut dilakukan sebelum dan sesudah ia menjabat sebagai presiden. Tidak ditemukan catatan adanya kunjungan kenegaraan resmi oleh Gus Dur ke Bojonegoro selama masa kepresidenannya (1999-2001).
-
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY): Tidak ada catatan kunjungan resmi SBY ke Bojonegoro saat menjabat sebagai presiden. Beberapa agenda kunjungan yang direncanakan, seperti peninjauan Proyek Migas Lapangan Banyu Urip, dilaporkan batal. SBY tercatat mengunjungi Bojonegoro pada April 2018, namun dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
-
B.J. Habibie & Megawati Soekarnoputri: Berdasar penelusuran, tidak ditemukan catatan kredibel mengenai kunjungan kerja kedua presiden tersebut ke Kabupaten Bojonegoro selama masa jabatan mereka.
Jadi, bisa disimpulkan, bahwa hanyalah mitos belaka ketika Presiden berkunjung di Bojonegoro bisa mengakibatkan lengser dari jabatan. Meski tidak semua Presiden RI pernah menginjakkan kakinya di Bojonegoro, tapi berdasar fakta sejarah Presiden Soekarno dan Soeharto pernah berkunjung di Bojonegoro. Bahkan, Presiden Joko Widodo pun pernah "singgah" yang mana menginjakkan kakinya di Bojonegoro. (*/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko