LANGKAH kaki bocah 6 tahun yang hendak menuju warung jajan terpaksa terhenti. Ketika sadar uang jajan yang digenggamnya jatuh ke dalam gorong-gorong atau got. Semangat untuk membeli jajan bersama temannya seolah ikut lenyap beserta dengan uang yang sudah tidak lagi terlihat.
Tidak menangis, siswa TK di salah satu Desa/Kecamatan Ngambon tersebut justru memutar otak dengan mencari solusi. Dengan cerdik, memutuskan untuk memanggil tim penyelamat yang dirasa mampu mengambilkan uang jajannya yang jatuh ke dalam got tersebut.
Kringg..kringg.. dering telephone Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pos Bantu Ngambon membuat tim petugas dengan sigap bersiap melakukan aksi pertolongan.
Sebanyak tiga personel tim menuju ke lokasi penyelamatan dengan seragam dan peralatan lengkap.
Bukan menyelamatkan orang, binatang, ataupun memadamkan api. Tiga personel damkarmat melakukan aksi untuk menyelamatkan uang jajan bocah enam tahun tersebut yang jatuh ke dalam got.
‘’Pukul 10.09 Pos Ngambon menerima laporan. Tiga personel langsung menuju ke lokasi pada pukul 10.10. Satu menit berikutnya melakukan penanganan dan selesai pukul 10.17,’’ cerita Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro Achmad Gunawan.
Dia melanjutkan, tim personel damkarmat melakukan evakuasi untuk mengambil uang jajan yang jatuh dengan menggunakan stik penjepit ular. Dengan beberapa pihak terlibat, di antaranya pemilik warung, satpol PP, korban, dan teman-teman korban.
Senyum lebar mengembang dari bocah kecil tersebut. Seolah baru menyaksikan pahlawan yang berhasil menyelamatkannya. Semangat yang sempat hilang karena gagal jajan turut terkembalikan seiring keberhasilan tim Damkarmat dalam mengambil uang di dalam gorong-gorong. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana