Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Suami Pamit Kerja, Pulang Bawa Anak Kembar

Hakam Alghivari • Rabu, 17 April 2024 | 20:15 WIB
ENEK-ENEK AE
ENEK-ENEK AE

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - LK merasakan sakit lahir batin akibat kelakuan suaminya, W. Selain hobi selingkuh, W juga telah menelantarkan LK dan sang anak. Menghilang dengan alasan kerja ke luar kota sejak Januari 2023. Namun, tidak pernah memberikan nafkah dan menelantarkan LK dan anak hingga Maret 2024.

‘’W telah meninggalkan istri dan anaknya selama kurang lebih 15 bulan dan tidak pernah memberikan nafkah,’’ tulis LK dalam laporan gugatan cerainya.

Permasalahan dalam rumah tangga LK dan W bermula pada 2015. Ketika W diduga berselingkuh dengan A. Karena merasa diperlakukan dengan tidak adil, akhirnya A mendatangi rumah W dan bertemu dengan LK. Hingga terjadi perselisihan antara LK dan W.

Meski telah memaafkan W dan kembali menjalin rumah tangga yang stabil. Namun, kejadian tersebut membuat rumah tangga LK dan W sering terjadi perselisihan. Terlebih, pada Januari 2023 lalu W meminta LK untuk tidak menghubunginya lagi karena W telah menikah siri dengan M. Pada Februari 2023, M melahirkan dua anak kembar perempuan. Hasil dari pernikahan sirinya dengan W, tanpa sepengetahuan LK.

Selain sering terjadi percekcokan dalam rumah tangga sejak kejadian 2015 hingga 2023 tersebut. W juga telah menelantarkan anak dan istrinya, dengan tidak memberikan nafkah. Hal tersebut membuat LK kesulitan dalam pemenuhan ekonomi. Tidak tahan, LK memutuskan untuk melayangkan gugatan cerai kepada W.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, problem yang sering terjadi pada perceraian karena perselingkuhan karena adanya hubungan emosional yang berjarak dengan pasangan. Sehingga, merasa tidak dihargai atau dianggap. Jadi, bukan karena ekonomi ataupun lainnya.

Cara menghindari perselingkuhan, menurut Sholikin, harus ada kejujuran dalam mengidentifikasi masalah. Kemudian, saling menghargai. Tidak hanya melihat kelebihan, tapi juga harus mengurai kekurangan.  Selain itu, harus ada komunikasi. ‘’Komunikasi akan membuka hati dan menyelesaikan masalah. Tapi, yang terjadi sekarang ini kalau ada masalah tidak saling komunikasi, justru diceritakan kepada orang lain,’’ ujarnya. (ewi/msu)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Selingkuh #pa #menikah siri #gugatan cerai #anak #Ekonomi #perselingkuhan #bojonegoro #rumah tangga #pengadilan agama