RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pasar Kedungadem di Desa/Kecamatan Kedungadem menjadi salah satu pasar yang merasakan dampak besar dari pandemi korona di 2019 lalu.
Sejak pandemi menyerang, pengunjung pasar dikelola pemerintah kabupetan tersebut menurun. Bahkan hingga kini, meski pandemi telah mereda, pengunjung yang datang tak bisa seramai dulu.
Namun keberadaan Pasar Kedungadem tetap memiliki peran penting bagi masyarakat Kecamatan Kedungadem dan sekitarnya. Terlebih menjadi pusat perekonomian dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Is pendagang tas dan aksesoris di Pasar Kedungadem mengatakan kondisi pasar saat ini berangsur sepi. Tepatnya sejak pandemi korona sekitar 2020 penurunan pembeli terus terjadi. Termasuk saat ini meski ada pembeli lalu lalang namun tak seramai dulu.
‘’Sejak pandemi pembeli berkurang,” ungkapnya.
Walau saat ini pandemi telah usai. Pengunjung pasar belum bisa kembali ramai. Kebiasaan masyarakat yang mulai berubah dengan berbelanja di toko online diperkirakan menjadi penyebab.
Is mengaku sudah berjualan di Pasar Kedungadem sejak 2009 lalu. Sehingga sudah sekitar 16 tahun menjadi pedagang di pasar tersebut. Sehingga merasakan betul perubahan atau penurunan pengunjung dari tahun ke tahun.
Pedagang asal Kecamatan Kepohbaru tersebut menjelaskan dulu pasar masih bangunan semi permanen. Kemudian sekitar 2019 dilakukan renovasi.
Sunarsih pedagang pakaian di Pasar Kedungadem menjelaskan pasar di Jalan Diponegoro, Kedungadem tersebut memiliki hari pasaran Jawa Pon. Namun saat ini tidak ada perbedaan antara pasaran dan hari biasa.
‘’Kondisi pasar sama saja,” ungkapnya.
Namun ketika hari pasaran Pon di depan pasar terdapat pedagang dari luar yang berjualan perkakas rumah dan pertanian. Seperti sabit, cangkul, maupun pisau. Pedagang tersebut yang menjadi pembeda antara hari pasaran.
Sunarsih mengaku kondisi pasar berangsur sepi sejak beberapa tahun terakhir. Terlihat dari kendaraan yang terparkir tak banyak. Walau masih terdapat pengunjung datang dan pergi bergantian. Namun tidak semuanya membeli pakaian. Terkadang hanya melihat-lihat.
‘’Alhamdulillah sudah ada yang beli,” ujarnya.
Sekretaris Des/Kecamatan Kedungadem David Kavianto mengatakan, Pasar Kedungadem menjadi pusat pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Sehingga terjadi perputaran ekonomi di pasar tersebut.
David menjelaskan selain masyarakat Kedungadem sendiri, penjual dan pembeli di pasar juga berasal dari luar daerah. Terlebih menjadi pasar terbesar di wilayah Kedungadem.
‘’Punya peran sentral di masyarakat,” ujarnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana