Antisipasi Lonjakan Harga, Bulog Siapkan 200 Ton Beras Premium dan Perluas Distribusi SPHP

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 07:45 WIB
HARGA NAIK: Harga beras di pasaran tembus Rp 15.500 per kilogram. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
HARGA NAIK: Harga beras di pasaran tembus Rp 15.500 per kilogram. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Harga beras di pasaran belum menunjukkan penurunan. Bahkan, di tengah musim kemarau, harga cenderung merangkak naik meski belum terjadi lonjakan signifikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Perum Bulog Cabang Bojonegoro untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menstabilkan harga di tingkat konsumen.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Bojonegoro Umar Said mengatakan, pihaknya menyiapkan 200 ton beras premium untuk memperkuat pasokan di pasaran. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya merespons dinamika pasokan dan harga beras, khususnya pada segmen premium.

‘’Untuk memperkuat pasokan dan memenuhi kebutuhan masyarakat,’’ katanya.

Baca Juga: Harga Beras Tembus Rp 15 Ribu, Bulog Klaim Siapkan 200 Ton

Menurut Umar, penyediaan stok tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara ketersediaan beras, harga jual, dan daya serap pasar. Bulog juga terus memantau perkembangan kondisi pasar agar dapat mengambil langkah cepat ketika muncul kebutuhan tambahan.

‘’Sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan pasar, kami siapkan 200 ton beras premium untuk mengisi pasar. Selanjutnya, kami akan terus memantau kebutuhan masyarakat dan memastikan pasokan tetap berjalan,’’ ujarnya.

Selain menyiapkan beras premium, Bulog juga mulai memperluas distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Salah satunya melalui gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). (yna/zim)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Perum Bulog Bojonegoro KDMP beras premium SPHP harga beras