RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Para petani dari delapan desa di Kecamatan Kalitidu dan Gayam, Kabupaten Bojonegoro merayakan Hari Tani dengan konsep pertanian alami.
Dengan menghadirkan pameran hasil tani, peragaan busana hasil panen, diskusi, hingga cerdas cermat petani di lokasi Agrowisata Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.
Ratusan petani menyambut kedatangan Bupati yang didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Zaenal Fanani. Nampak bersama rombongan, Camat Gayam dan Kalitidu, Kapolsek serta Danramil Kalitidu dan Gayam, Kepala Desa Sukoharjo dan Leran, perwakilan BMKG Stamet Tuban, IPB University Bogor, dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan.
“Alhamdulillah kami bisa merayakan Hari Tani tahun ini dengan Bapak Bupati, kami jadi makin semangat,” ungkap petani Desa Sukoharjo Indah Puspitasari kemarin (10/10)
Ketua panitia itu menambahkan, Kemeriahan Hari Tani mulai terasa saat kelompok tani dari delapan desa saling beradu pengetahuan dalam cerdas cermat petani.
Teriakan dukungan dan yel-yel menggemuruh dalam setiap pertanyaan juri. Peserta dan penonton tenggelam dalam suasana riuh pertanda kegembiraan dan keceriaan menyatu dalam kompetisi itu.
Kemudian petani mengajak Bupati ikut panen di kawasan agrowisata Desa Sukoharjo. Kepada Bupati, para petani Sekolah Lapang Pertanian menunjukkan hasil tani dengan menggunakan metode pertanian ekologis berbasis lingkungan.
Mulai dari olah lahan yang alami, pupuk dan herbisida alami, hingga pemanfaatan limbah pertanian untuk kumbung jamur.
“Sebagai anak petani, saya paham bagaimana perlakuan yang baik terhadap lahan, dan ini luar biasa,” kata Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Wahono mengaku akan selalu menyempatkan dalam setiap kegiatan petani. Semangat para petani harus terus dijaga. Karena dari semangat inilah kita bisa makan makanan yang baik.
Selain itu, Bupati juga ingin mewujudkan Bojonegoro sebagai kabupaten lumbung pangan. Sehingga kegiatan pertanian harus selalu didukung.
Bupati juga mengenalkan Perusahaan Umum Daerah Pangan Mandiri. Badan Usaha Milik Daerah Bojonegoro yang baru dibentuk untuk memajukan pertanian dan pangan daerah.
“Saya ingin, Bojonegoro menjadi kabupaten lumbung pangan di Jawa Timur,” tuturnya.
Bupati juga berterima kasih kepada ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang terus mendukung sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro. Sekolah Lapang Pertanian yang merupakan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) EMCL terbukti mampu meningkatkan kesadaran petani untuk terus belajar dan berinovasi. Alhasil, banyak di antara mereka meningkat kesejahteraannya dan naik kelas.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat baik di Desa Sukoharjo maupun Leran yang telah mendukung kelancaran dan kesuksesan operasi Lapangan Kedung Keris,” kata perwakilan manajemen EMCL, Rifqi Romadhon (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah