RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Ketika sebagian besar kelompok barang dan jasa mengalami kenaikan harga, sektor informasi, komunikasi, dan jasa keuangan di Kabupaten Bojonegoro justru mencatatkan tren sebaliknya. Berdasarkan rilis Resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, kelompok pengeluaran ini menjadi satu-satunya sektor yang mengalami deflasi year-on-year (y-on-y) pada Agustus 2026.
Secara keseluruhan, Kabupaten Bojonegoro mencatatkan inflasi y-on-y sebesar 3,06 persen pada Agustus 2026. Namun, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami penurunan indeks (deflasi) sebesar 0,11 persen, bergerak turun dari indeks 100,01 pada Agustus 2025 menjadi 99,90 pada Agustus 2026.
Baca Juga: Laju Inflasi Bojonegoro Tembus 3,06 Persen, Tertinggi dalam 3 Tahun
Komoditas Ponsel Jadi Penekan Utama
Penurunan indeks pada kelompok ini terutama didorong oleh melandainya harga barang-barang teknologi dan perangkat komunikasi. BPS mencatat, subkelompok peralatan informasi dan komunikasi mengalami deflasi sebesar 0,75 persen.
Dari jajaran komoditas yang ada, unit telepon seluler (ponsel) menjadi penyumbang utama yang menahan laju inflasi di daerah tersebut.
"Kelompok ini pada Agustus 2026 memberikan andil terhadap deflasi y-on-y Kabupaten Bojonegoro sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu telepon seluler sebesar 0,01 persen," tulis BPS Bojonegoro dalam laporan resminya.
Meski subkelompok peralatan komunikasi turun, sektor jasa keuangan lokal sebenarnya masih mencatatkan kenaikan tipis atau inflasi y-on-y sebesar 0,56 persen. Namun, kenaikan tersebut berhasil diredam oleh penurunan harga perangkat keras (hardware) gadget yang dipasarkan di wilayah Bojonegoro.
Baca Juga: Grand Opening Xiaomi Store Bojonegoro: Tak Hanya Gadget, Produk Home Living Juga Jadi Daya Tarik
Angin Segar Konsumen di Tengah Lonjakan Pangan
Fenomena deflasi di sektor gadget ini menjadi penyeimbang di tengah melonjaknya kelompok bahan pangan seperti daging ayam ras, minyak goreng, dan cabai rawit yang menjadi pemicu utama inflasi Bojonegoro bulan ini.
Kondisi ini memberikan ruang napas bagi masyarakat lokal yang berencana memperbarui perangkat komunikasi atau kebutuhan digital mereka tanpa perlu khawatir terjepit kenaikan harga pasar. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari