Harga Kedelai Melambung, Produsen Tahu Tempe di Bojonegoro Limbung

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 16:44 WIB
BERTAHAN: Rumah produksi Tahu Ledok milik H. Riyadi di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro Kota masih bertahan. Kini, telah dilanjutkan generasi keempat.
PRODUSEN TAHU: Seorang pekerja industri rumahan tahu di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro sedang membuat tahu. (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Para produsen tahu tempe mengeluh. Harga kedelai sebagai bahan baku kian melambung tinggi. Pihak produsen berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro turun tangan.

"Saat ini, bisa dikatakan masalah, ya juga keluhan. Harga bahan baku tahu dan tempe melambung tinggi," keluh Pembina Asosiasi Perajin Tahu Tempe Ledok Kulon Bojonegoro Pranyoto, kemarin (31/8).

Dia melanjutkan, harga kedelai impor sebelum mengalami kenaikan saat ini di angka Rp 9.300 per kilogram (kg). Kini, mencapai Rp 10.800-11.000 per kg. Berdampak signifikan terhadap keuntungan. Bahkan, lanjut dia, bahan lainnya juga naik harga.

Di antaranya minyak goreng curah, sebelumnya Rp 18.000 per kg menjadi Rp 22.000 per kg. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi dalam dua bulan terakhir. "Harga tidak kami naikkan, tapi disiasati. Ukurannya lebih kecil, tapi kalau terus-terusan begini ya kolaps," ujar dia.

Baca Juga: Harga Kedelai Naik, Produsen Asal Blora Pangkas Ukuran Tempe

Pihaknya berharap, pemkab tidak bisa berdiam diri. Harus turun mengatasi permasalahan yang ada. Sebag, lanjut Pranyoto, tak hanya harga yang semakin naik, tapi sejumlah bantuan seperti dari PT Asri Darma Sejahtera (ADS) lama tak kunjung diterima. "Kami ingin pemkab ada perhatian untuk ini," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkopum) Bojonegoro Moh. Akhmadi mengatakan, pihaknya sedang mengidentifikasi dan memantau ketersediaan barang dan harga di wilayah setempat.

Juga memastikan tidak ada penimbunan atau permainan harga spekulatif, baik kedelai lokal maupun impor. "Di samping itu, berkoordinasi dengan pihak terkait di antaranya DKPP (dinas ketahanan pangan dan pertanian), TPID (tim pengendali inflasi daerah), dan lainnya," klaim dia.

Perlu diketahui, berdasar data dari laman Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, tercatat di area Bojonegoro harga kedelai impor Rp 12.000 per kg dan harga kedelai lokal Rp 15.000 per kg. Sedangkan, harga minyak goreng curah tercatat tembus Rp 21.750 per kg. (yna/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
harga kedelai Disdagkopum kedelai Produsen Tahu bojonegoro