Luas Lahan di Bojonegoro untuk Tanam Bawang Merah Capai 1.284 Hektare

Dewi Safitri • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 09:30 WIB
PANEN : Warga Desa Klino Kecamatan Sekar sedang memanen bawang merah.(DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
PANEN : Warga Desa Klino Kecamatan Sekar sedang memanen bawang merah.(DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM  – Luas tanam bawang merah di Bojonegoro hingga pertengahan 2026 tercatat mencapai 1.284,5 hektare (ha). Angka tersebut masih jauh di bawah realisasi sepanjang 2025 yang mencapai 4.208 hektare. Meski demikian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro optimistis luas tanam masih akan terus bertambah seiring berlanjutnya musim tanam.

Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan, data seluas 1.284,5 hektare merupakan capaian hingga Juni 2026 sehingga belum mencerminkan total luas tanam sepanjang tahun.

"Luas tanam bawang merah pada 2025 mencapai 4.208 hektare. Sementara pada 2026, hingga Juni baru tercatat 1.284,5 hektare karena musim tanam masih berlangsung," ujarnya.

Baca Juga: 400 Hektare Tanaman Padi di Bojonegoro Terancam Gagal Panen

Menurut Zaenal, bawang merah menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan Kabupaten Bojonegoro selain padi. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi melalui berbagai inovasi budidaya, salah satunya dengan penanaman menggunakan biji atau true shallot seed (TSS).

Ia menjelaskan, metode penanaman menggunakan biji memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan menggunakan umbi. Selain biaya produksi yang lebih rendah, hasil panen dinilai lebih tinggi dan kualitas tanaman lebih seragam.

"Menggunakan biji lebih hemat biaya, hasil produksinya lebih besar, dan kualitasnya lebih terjamin. Kalau memakai umbi, kualitasnya bisa bermacam-macam atau tidak seragam," jelasnya.

Meski demikian, metode tersebut membutuhkan waktu tanam yang lebih panjang. Sebab, benih harus melalui proses penyemaian terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke lahan. Waktu tanamnya sekitar 30 hingga 40 hari lebih lama dibandingkan menggunakan umbi.

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Bidik Luas Tanam Tembakau Capai 16.000 Hektare

"Ini akan menjadi andalan kami ke depan," tegasnya.

Zaenal menambahkan, sentra produksi bawang merah di Bojonegoro masih didominasi Kecamatan Kedungadem. Selain itu, komoditas tersebut juga banyak dikembangkan di Kecamatan Temayang, Gondang, dan Sekar.

"Kedungadem menjadi sentra terbesar, disusul Temayang, Gondang, dan Sekar," pungkasnya. (ewi/zim)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
bawang merah Produksi kabupaten bojonegoro lahan garapan bojonegoro