RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Datangnya musim kemarau membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bojonegoro.
Permintaan minuman dingin meningkat sehingga mendorong tumbuhnya UMKM di sektor minuman. Di sisi lain, pelaku usaha kerupuk juga menikmati keuntungan karena cuaca cerah mempercepat proses produksi.
Ketua CEC Bojonegoro, Adib Nurdiyanto, mengatakan tren UMKM minuman kembali meningkat seiring tingginya suhu udara selama musim kemarau. Kondisi tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk membuka usaha minuman sebagai peluang menambah penghasilan omzet.
"Tren UMKM minuman sedang naik. Musim kemarau menjadi salah satu faktor yang mendorong kembali menjamurnya usaha minuman," ujarnya.
Baca Juga: Hadapi Kenaikan Harga Plastik, CEC Bojonegoro Sarankan Penggunaan Kemasan Ramah Lingkungan
Menurut Adib, produk yang saat ini paling banyak diminati pelaku usaha adalah minuman berbahan dasar es teh.
Namun, bukan lagi es teh original, melainkan es teh dengan berbagai varian rasa yang lebih diminati konsumen, terutama kalangan anak muda.
Selain usaha minuman, UMKM yang memproduksi kerupuk juga mengalami peningkatan. Musim kemarau dinilai menjadi waktu yang ideal karena proses penjemuran berlangsung lebih cepat sehingga produksi dapat dilakukan secara maksimal.
"Jenis kerupuk yang banyak diproduksi antara lain kerupuk jagung, kerupuk singkong, dan kerupuk bawang," jelasnya.
Adib menambahkan, sentra UMKM kerupuk tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Balen, Sumberrejo, Baureno, Kepohbaru, Kanor, dan Kedungadem.
Menurutnya, kondisi cuaca yang mendukung diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendongkrak pendapatan para pelaku UMKM selama musim kemarau. (irv/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko