Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ketua CEC Bojonegoro Sebut Kemarau Dongkrak Omzet Pedagang Minuman dan Kerupuk Terdongkrak

M. Irvan Romadhon • Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:06 WIB
PALING TERDAMPAK: Penjual es teh di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander saat melayani pembeli. Kenaikan harga plastik kemasan membuat pelaku usaha dilema, menaikkan harga atau memangkas porsi. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
PALING TERDAMPAK: Penjual es teh di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander saat melayani pembeli. Kenaikan harga plastik kemasan membuat pelaku usaha dilema, menaikkan harga atau memangkas porsi. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Datangnya musim kemarau membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bojonegoro.

Permintaan minuman dingin meningkat sehingga mendorong tumbuhnya UMKM di sektor minuman. Di sisi lain, pelaku usaha kerupuk juga menikmati keuntungan karena cuaca cerah mempercepat proses produksi.

Ketua CEC Bojonegoro, Adib Nurdiyanto, mengatakan tren UMKM minuman kembali meningkat seiring tingginya suhu udara selama musim kemarau. Kondisi tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk membuka usaha minuman sebagai peluang menambah penghasilan omzet.

"Tren UMKM minuman sedang naik. Musim kemarau menjadi salah satu faktor yang mendorong kembali menjamurnya usaha minuman," ujarnya.

Baca Juga: Hadapi Kenaikan Harga Plastik, CEC Bojonegoro Sarankan Penggunaan Kemasan Ramah Lingkungan

Menurut Adib, produk yang saat ini paling banyak diminati pelaku usaha adalah minuman berbahan dasar es teh.

Namun, bukan lagi es teh original, melainkan es teh dengan berbagai varian rasa yang lebih diminati konsumen, terutama kalangan anak muda.

Selain usaha minuman, UMKM yang memproduksi kerupuk juga mengalami peningkatan. Musim kemarau dinilai menjadi waktu yang ideal karena proses penjemuran berlangsung lebih cepat sehingga produksi dapat dilakukan secara maksimal.

"Jenis kerupuk yang banyak diproduksi antara lain kerupuk jagung, kerupuk singkong, dan kerupuk bawang," jelasnya.

Adib menambahkan, sentra UMKM kerupuk tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Balen, Sumberrejo, Baureno, Kepohbaru, Kanor, dan Kedungadem.

Menurutnya, kondisi cuaca yang mendukung diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendongkrak pendapatan para pelaku UMKM selama musim kemarau. (irv/zim)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#kerupuk #omzet #minuman #Kemarau #Pedagang