Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BI Naikkan Imbal Hasil SRBI, Apa Sebenarnya Instrumen yang Kini Jadi Andalan Menahan Rupiah?

Hakam Alghivari • Selasa, 9 Juni 2026 | 20:26 WIB
Pemandangan gedung kota Jakarta. (neilstha firman/pixabay)
Pemandangan gedung kota Jakarta. (neilstha firman/pixabay)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tekanan terhadap rupiah dan keluarnya aliran dana asing dari Indonesia, Bank Indonesia (BI) memilih menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Langkah ini menjadi strategi pertama yang diumumkan bank sentral setelah menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.

Namun, apa sebenarnya SRBI dan kenapa instrumen ini tiba-tiba menjadi sorotan?

Dalam keterangan resminya, BI menyebut akan menaikkan struktur suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan. Tujuannya adalah meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing agar dana global tetap masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Baca Juga: BI Akhirnya Buka Suara: Rupiah Ternyata Tertekan Lebih Dalam dari Perkiraan

“Kenaikan struktur suku bunga SRBI dimaksud dilakukan sesuai mekanisme pasar dan untuk menjadikan investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dengan negara lain,” tulis BI dalam siaran persnya, Selasa (9/6/2026).

Secara sederhana, SRBI merupakan surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia dalam mata uang rupiah. Instrumen ini dipakai BI untuk operasi moneter sekaligus menyerap likuiditas di pasar keuangan.

Bagi investor, SRBI dianggap menarik karena menawarkan imbal hasil yang kompetitif dengan risiko relatif rendah karena diterbitkan langsung oleh bank sentral.

Baca Juga: Areal Tanam Singkong Kabupaten Blora Hanya Tersisa 72 Hektare, Tiap Tahun Turun Signfikan

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, investor asing biasanya cenderung memindahkan dana ke instrumen yang lebih aman dan memberikan imbal hasil tinggi. Karena itu, BI kini mencoba membuat SRBI lebih menarik agar dana asing tidak terus keluar dari Indonesia.

Langkah tersebut menjadi penting karena BI mengakui tekanan terhadap rupiah berkembang lebih lemah dari perkiraan sebelumnya. Selain dipicu konflik di Timur Tengah dan gejolak global, pelemahan rupiah juga didorong keluarnya investasi portofolio asing dari pasar domestik.

Ketika dana asing keluar, permintaan dolar AS biasanya meningkat sehingga menekan nilai tukar rupiah.

Karena itu, menaikkan imbal hasil SRBI dipandang sebagai salah satu cara tercepat untuk menjaga investor tetap bertahan di pasar keuangan Indonesia.

Selain meningkatkan daya tarik investasi, kebijakan ini juga diharapkan membantu menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas global yang masih tinggi.

BI sendiri memastikan penguatan SRBI akan dilakukan sesuai mekanisme pasar agar tetap kompetitif dengan instrumen investasi negara lain. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#Sekuritas Rupiah Bank Indonesia #SRBI #surat berharga #rupiah #bank indonesia