RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kenaikan harga plastik di pasaran justru membawa berkah bagi para perajin anyaman bambu dan besek di Kabupaten Blora. Permintaan besek tradisional untuk tempat pembagian daging kurban melonjak tajam.
Lonjakan pesanan tersebut bahkan membuat sejumlah perajin kewalahan memenuhi permintaan konsumen. Salah satunya dirasakan Dian Agus Yulianto, pemilik usaha Berkah Anyaman Bambu di Desa Kedungsatrian, Kecamatan Ngawen.
Ia mengaku, pesanan mulai satu bulan sebelum Idhuladha. Banyak konsumen memilih memesan lebih awal karena khawatir tidak kebagian besek. ‘’Konsumen bahkan sudah memesan sejak sebulan lalu karena khawatir tidak kebagian atau pesanannya tidak sempat dibuatkan,” ujarnya.
Tingginya permintaan membuat Dian bersama istri dan puluhan warga sekitar harus bekerja ekstra di rumah produksinya. ‘’Untuk keterlibatan dengan warga sekitar ada sekitar 35 pekerja,” katanya.
Menurutnya, bahan baku berupa bambu apus sangat mudah diperoleh di wilayah desanya maupun desa sekitar. Ketersediaan bahan baku yang melimpah membuat produksi tetap bisa berjalan meski pesanan meningkat drastis.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Permintaan Cek Kebuntingan Sapi Blora Naik 25 Persen
Tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, besek produksi Berkah Anyaman Bambu juga rutin dikirim ke Jakarta untuk kebutuhan distribusi daging kurban. Selain besek, rumah produksi miliknya juga membuat berbagai kerajinan lain seperti hantaran, tempat parsel, hiasan lampu, hingga penutup makanan.
Ia mengaku untuk harga besek bambu dijual cukup terjangkau. Tergantung besar kecilnya besek tersebut. ‘’Ukuran kecil Rp3 ribu per biji, ukuran besar Rp 5 ribu per biji,” jelas Dian.
Ia berharap mahalnya harga plastik dapat menjadi momentum masyarakat untuk mulai beralih menggunakan wadah ramah lingkungan. Menurutnya, penggunaan besek bambu maupun bungkus daun jati jauh lebih baik untuk menjaga kelestarian alam, khususnya saat pembagian daging kurban. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana