Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga Gabah dan Jagung Melesat dalam Setahun: Gabah Dipatok Rp 7.400, Jagung Rp 5.300

Dewi Safitri • Rabu, 13 Mei 2026 | 07:15 WIB
PANEN: Petani sedang panen padi di sawah, harga gabah di Kecamatan Sugihwaras tembus Rp 7.400 per kilogram. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
PANEN: Petani sedang panen padi di sawah, harga gabah di Kecamatan Sugihwaras tembus Rp 7.400 per kilogram. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Harga jagung dan gabah melonjak disbanding tahun lalu, harga jagung pipilan kering tingkat produsen pada Mei 2025 Rp 4.600. Naik menjadi Rp 5.300 pada Mei 2026.

Kemudian gabah kering panen (GKP), pada Mei 2025 sebesar Rp 6.500. Pada periode sama tahun ini, Mei 2026, naik menjadi Rp 7.400. 

“Panen di Kecamatan Sugihwaras saat ini (harga gabah) Rp 7.300,” kata Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Moch Rudianto

Dia menjelaskan, harga jagung pipilan kering tingkat produsen pada Mei 2025 Rp 4.600. Naik menjadi Rp 5.300 pada Mei 2026, data minggu lalu.

Baca Juga: ASN dan SPPG Bojonegoro Diwajibkan Membeli Telur dari Program Gayatri, KPM Keluhkan Harga Pakan dan Pasar

Sedangkan, untuk gabah kering panen (GKP), lanjutnya, pada Mei 2025 sebesar Rp 6.500. Pada periode sama tahun ini, Mei 2026, naik menjadi Rp 7.400. Data minggu lalu.

Dari DKPP pastinya akan menjaga agar harga panen tetap di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Untuk peningkatan kesejahteraan petani.

“Pastinya kami jaga agar harga tetap di atas HPP untuk peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Petani asal Kecamatan Dander, Darmini menyambut senang dengan adanya kenaikan harga panen. Baik untuk padi maupun jagung.

“Sudah mulai panen. Untuk jagung laku diharga Rp 4.700. Sedangkan, untuk gabah turun combine Rp 7.000 per-kg,” terangnya.

Dia mengaku, harga tersebut sudah termasuk tinggi. Dibanding musim panen sebelumnya. Namun, hasil tanaman padi, tidak sebagus sebelumnya. Dimana buahnya lebih jarang, tidak selebat sebelumnya.

“Alhamdulillah harga naik. Tapi, hasil tanaman padi saat ini tidak sebagus sebelumnya. Sekarang arang-arang,” pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#harga gabah #Gabah #jagung #Harga Jagung #GKP