RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Harga jagung dan gabah melonjak disbanding tahun lalu, harga jagung pipilan kering tingkat produsen pada Mei 2025 Rp 4.600. Naik menjadi Rp 5.300 pada Mei 2026.
Kemudian gabah kering panen (GKP), pada Mei 2025 sebesar Rp 6.500. Pada periode sama tahun ini, Mei 2026, naik menjadi Rp 7.400.
“Panen di Kecamatan Sugihwaras saat ini (harga gabah) Rp 7.300,” kata Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Moch Rudianto
Dia menjelaskan, harga jagung pipilan kering tingkat produsen pada Mei 2025 Rp 4.600. Naik menjadi Rp 5.300 pada Mei 2026, data minggu lalu.
Sedangkan, untuk gabah kering panen (GKP), lanjutnya, pada Mei 2025 sebesar Rp 6.500. Pada periode sama tahun ini, Mei 2026, naik menjadi Rp 7.400. Data minggu lalu.
Dari DKPP pastinya akan menjaga agar harga panen tetap di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Untuk peningkatan kesejahteraan petani.
“Pastinya kami jaga agar harga tetap di atas HPP untuk peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Petani asal Kecamatan Dander, Darmini menyambut senang dengan adanya kenaikan harga panen. Baik untuk padi maupun jagung.
“Sudah mulai panen. Untuk jagung laku diharga Rp 4.700. Sedangkan, untuk gabah turun combine Rp 7.000 per-kg,” terangnya.
Dia mengaku, harga tersebut sudah termasuk tinggi. Dibanding musim panen sebelumnya. Namun, hasil tanaman padi, tidak sebagus sebelumnya. Dimana buahnya lebih jarang, tidak selebat sebelumnya.
“Alhamdulillah harga naik. Tapi, hasil tanaman padi saat ini tidak sebagus sebelumnya. Sekarang arang-arang,” pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana