RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro mengklaim penyerapan gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilo gram (kg).
Meski harga di lapangan termasuk di Kecamatan Sumberrejo dan Balen, Rp 5.700-5.800 per kg GKP.
"Kami tetap berkomitmen melakukan penyerapan GKP sesuai HPP," kata Kepala Kantor Cabang (Kanca) Perum Bulog Bojonegoro Umar Said, kemarin (11/3).
Dia menjelaskan, penyerapan gabah sesuai HPP berpatok pada Inpres Nomor 6 Tahun 2025. Yakni, Rp 6.500 per kilogram (kg) GKP di tingkat petani. Terkait harga bervariasi, karena rata-rata belum dipotong biaya kombi dan ongkos panen sampai muat truk.
"Kami membuka akses seluas-luasnya kepada petani atau kelompok tani (poktan) yang akan menjual GKP ke bulog sebesar Rp 6.500 per kg di petani," ujarnya.
Menurutnya, pembelian dilakukan melalui tim jemput pangan (TJP) maupun mitra pengadaan pangan (MPP) bulog dengan sistem pembelian di pinggir sawah atau siap angkut.
“Pembelian bulog melalui TJP atau MPP dilakukan sesuai HPP sebesar Rp6.500 di pinggir sawah atau siap angkut. Sehingga biaya panen maupun penyewaan alat combine harvester merupakan biaya di luar HPP,” ujar Umar.
Ia menambahkan, meskipun HPP ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram sebagai harga minimal pembelian, harga di lapangan masih dapat bervariasi karena adanya biaya pengangkutan gabah ke gudang atau pabrik pengolahan Bulog.
“Untuk pengangkutan gabah oleh TJP dan MPP Bulog dari sawah ke pabrik pengolahan ditetapkan biaya angkut dengan plafon maksimal Rp 200 per kilogram yang dibayarkan kepada mitra angkutan Bulog,” tambahnya.
Umar juga menyayangkan masih adanya tengkulak yang membeli gabah petani di bawah HPP. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan penjualan hasil panen sepenuhnya merupakan kewenangan petani, apakah akan dijual kepada Bulog, pihak swasta, maupun tengkulak.
Ia menyebutkan, Bulog terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan harga gabah di tingkat petani tetap sesuai ketentuan pemerintah.
“Bulog terus berkoordinasi aktif dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP), penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta babinsa di seluruh wilayah. Apabila ditemukan harga gabah di bawah HPP, tim Bulog siap menjemput bola dengan melakukan pembelian langsung kepada petani,” pungkasnya.
Joko salah satu petani asal Kecamatan Temayang mengatakan, menjual gabah langsung dari sawah atau basah di angka Rp 6.500 per kg. Menurutnya, ini turun dibanding sebelumnya dua minggu lalu di angka Rp 7.000 per kg.
"Minggu lalu jual langsung dari sawah Rp 6.500 per kg, turun dari dua minggu lalu masih Rp 7.000 per kg," katanya.
Sementara itu, Eka Nugraha petani asal Kecamatan Bubulan mengaku, hanya menanam padi sedikit untuk makan sehari-hari. Tidak dijual. "Saya belum panen dan hanya tanam sedikit. Masyarakat sini rata-rata lahan untuk padi sangat sedikit, cukup buat makan. Rata-rata tidak dijual hadil panennya," tambah dia.
Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto meminta satuan tugas (satgas) pangan turun tangan menyikapi adanya harga gabah di bawah HPP. Menurutnya, di Kecamatan Sumberrejo dan Balen harga gabah di 5.700-5.800 per kg GKP.
"Jangan sampai petani susah, awal panen di atas HPP, sekarang di bawah HPP. Kehadiran bulog dan pemkab segera cek lapangan dan bulog melakukan pembelian," tegasnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana