RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pekerjaan live streamer mulai dilirik anak muda di Kabupaten Bojonegoro. Seiring meningkatnya aktivitas jual beli daring dan penggunaan media sosial, profesi yang mengandalkan siaran langsung di platform digital ini perlahan tumbuh di tingkat lokal.
Berdasar penelusuran platform pencari kerja daring, lowongan host live streaming di Bojonegoro bermunculan dalam dua tahun terakhir. Pekerjaan ini umumnya menawarkan sistem kerja harian hingga bulanan, dengan durasi siaran rata-rata 2–3 jam per hari, terutama pada jam ramai penonton sore hingga malam.
Salah satu pelakunya adalah Fitri Nadziratul Hikmah, perempuan asal Desa Bumiayu, Kecamatan Baureno. Ia mengaku mulai aktif sebagai host live streaming sekitar setahun terakhir setelah melamar di tempat kerjanya.
Waktu kerja yang fleksibel menjadi daya tarik tersendiri. “Biasanya setelah Maghrib jadi host live pukul 18.30 sampai 20.30, atau sore pukul 15.00 sampai 18.00,” ujarnya. Meski demikian, Fitri mengakui awal terjun sebagai host live tidak mudah.
Ia sempat kebingungan berbicara di depan kamera. Namun, ia memilih bertahan dengan belajar secara mandiri melalui berbagai tutorial di YouTube dan TikTok. Menurutnya, kemampuan menyesuaikan gaya komunikasi menjadi kunci utama.
Penonton live streaming datang dari berbagai kalangan, mulai milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha, sehingga cara berbicara harus luwes dan tidak kaku. “Sampai saat ini masih bekerja live streaming,” ujarnya kemarin (30/1).
Host Live Zona Helm Bojonegoro Bimbim mengatakan, awal mula melakukan pekerjaan ini karena mendapat tawaran dari owner untuk kebutuhan pembuat konten dan editing video. Dari situ, ternyata membutuhkan bagian host live juga.
Berbekal kemampuan komunikasi di luar rumah, seperti bicara atau diskusi di warung kopi hingga lingkungan kampus membuatnya cukup percaya diri untuk berbicara di depan kamera dan ditonton banyak orang.
“Kayaknya mampu-mampu saja dengan tawaran di awal itu. Akhirnya, saya terima dan jalani juga sampai sekarang,” ujarnya. Menurut pemuda tinggal di Desa Campurejo, Bojonegoro tersebut, adanya live sangat berpengaruh pada peningkatan penjualan.
Khususnya, untuk skala online. “Dampak, tentu sangat berpengaruh dan penjualan sangat meningkat untuk skala online. Dengan orderan yang setiap hari bisa stabil, itu sudah baik,” terangnya.
Fenomena ini menunjukkan pekerjaan berbasis digital mulai berkembang di daerah. Di Bojonegoro, live streaming kini menjadi alternatif kerja bagi generasi muda yang akrab dengan media sosial dan dunia digital. (dan/ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana