RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dinamika ketenagakerjaan di Bojonegoro kembali menunjukkan tantangan. Berdasarkan Satu Data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinpernaker) Kabupaten Bojonegoro, jumlah lowongan kerja pada 2025 tercatat sebagai yang terendah dalam lima tahun terakhir.
Data tersebut menunjukan grafik yang naik turun. Di antaranya, tercatat sekitar 9.386 lowongan kerja di 2021, dengan pencari kerja (pencaker) terdaftar 1.126 orang; Meningkat menjadi 14.862 lowongan kerja di 2022, dengan jumlah pencaker 2.063 orang.
Kembali mengalami peningkatan tertinggi pada 2023 sebanyak 19.728 lowongan kerja, dengan jumlah pencaker mencapai 2.564 orang; Menurun cukup signifikan menjadi 13.478 lowongan kerja di 2024, dengan jumlah pancaker 1.739 orang.
Terendah pada tahun lalu, yakni tercatat 9.271 lowongan kerja di 2025, dengan angka pencaker terdaftar hanya 2.391 orang.
Pencaker asal Kecamatan Temayang, Khoyrul mengatakan, lowongan pekerjaan semakin sulit didapatkan. Khususnya, di Bojonegoro. Bahkan, seperti tidak ada penambahan. Misal ada, itupun hanya sedikit.
Dengan persyaratan yang sangat banyak. Tidak cukup hanya berbekal ijazah atau minimal pendidikan saja. Tidak jarang juga, pencaker dengan pendidikan sudah tinggi, namun masih sulit mendapat pekerjaan.
‘’Semakin ke sini, lowongan pekerjaan sepertinya semakin tidak ada penambahan. Sedangkan, pencaker terlihat terus bertambah,’’ ujar alumni S1 Fakultas Sains dan Teknologi tersebut.
Menurutnya, seambrek persyaratan dalam informasi lowongan kerja yang kerap tercantum saat ini. Mulai dari batasan usia, pengalaman atau syarat sertifikat pelatihan, good looking, dan beberapa persyaratan lain yang dinilai terkadang cukup menyulitkan pencaker.
‘’Persyaratan semakin banyak. Dulu mungkin cukup minimal pendidikan dan berkelakuan baik saja. Sekarang tidak,’’ lanjutnya. Berdasar informasi dari Instagram resmi Dinperinaker Bojonegoro, yakni @bejo_bjn, disebutkan bahwa lowongan kerja banyak, namun yang diterima sedikit.
Dari data Jobfair 2025, tercatat sebanyak 34 perusahaan dengan total 5.589 lowongan kerja yang disediakan. Dengan jumlah 2.252 pencaker, tercatat sekitar 1.433 jumlah pelamar dan 158 penempatan kerja.
Sehingga, antara pelamar dan penempatan hanya berkisar 11,02 persen. Hal tersebut, tertulis disebabkan karena ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri. Juga, adanya perbedaan ekspektasi upah.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis kemarin (23/1), Kepala Dinperinaker Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid belum merespons ketika dikonfirmasi via WhatsApp terkait penurunan jumlah lowongan kerja di Bojonegoro pada 2025. Juga, terkait faktor penyebab terjadinya penurunan tersebut. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana