RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Lahan hutan di Blora cukup produktif. Optimalisasi lahan hutan oleh kepolisian bisa menghasilkan 4 ton jagung.
“Lahanya seluas 8.000 meter persegi dengan hasil panen 3 hingga 4 ton jagung, yang dikelola bersama,” kata Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto Saat panen raya di wilayah 114B BKPH Kalisari, KPH Blora, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo.
Wawan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap ketahanan pangan. Salah satunya dengan optimalisasi lahan hutan untuk pertanian.
“Panen raya pada kuartal IV ini sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Banjarejo,” ujarnya.
Meski peruntukan lahan hutan dimanfaatkan sebagai lahan tanam jagung, Wawan memastikan hal itu tidak mengganggu atau mengubah fungsi hutan sebagaimana mestinya.
“Ini merupakan langkah strategis tanpa merusak ekosistem alam,” ujarnya.
Administratur KPH Blora, Yeni Ernaningsih, menegaskan Perhutani KPH Blora berkomitmen mendukung program swasembada pangan nasional melalui pola tumpangsari jagung di sela tanaman jati tanpa mengganggu fungsi utama hutan.
“Jagung tetap bisa ditanam berdampingan dengan jati. Ini bentuk kontribusi Perhutani dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian hutan dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Blora dapat terus diperkuat agar memberi dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar hutan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (ozi/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana