Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jumlah Pekerja Migran Bojonegoro Meningkat: Disperinaker Catat 452 PMI Sepanjang 2025

Yana Dwi Kurniya Wati • Minggu, 4 Januari 2026 | 07:15 WIB
ILustrasi PMI (Ainur Ochiem/R.Bjn)
ILustrasi PMI (Ainur Ochiem/R.Bjn)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kerja di luar negeri masih jadi opsi sebagian masyarakat. Menambah pendapatan menjadi alasan. Sepanjang 2025 pun jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) bertambah. Tercatat 452 penduduk Kota Migas mengadu nasib di negara tetangga hingga lintas benua.

Data dinas perindustrian dan tenaga kerja (Disperinaker) menunjukkan kenaikan jumlah PMI pada 2025. Terbanyak menuju Taiwan, baik 2024 maupun 2025. Di 2024 tercatat sejumlah 434 PMI. Di antaranya sebanyak 216 PMI memilih penempatan di Taiwan.

Sementara itu, di 2025 terdata sebanyak 452 PMI. Taiwan mendominasi, total ada 240 PMI. Rinciannya 133 laki-laki dan 107 perempuan. Disusul Hongkong sebanyak 136 PMI, di antaranya 135 perempuan dan satu laki-laki. Sedangkan, negara lainnya seperti Singapura, Malaysia, Turki, Korea Selatan, Qatar, Italia, Saudi Arabia, Jerman, Romania, Brunei, hingga Slovakia tercatat belasan hingga puluhan PMI.

Kepala Seksi (Seksi) Penempatan Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Disperinaker Bojonegoro Agoestin Faridijani menyampaikan, keinginan menjadi PMI banyak faktor. Salah satunya menambah pendapatan keluarga.

"Yang ingin kerja di luar negeri pasti sudah berkoordinasi dengan P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia), pekerjaannya apa dan negara tujuannya mana," kata Ida, sapaan akrabnya.

Septi Ika Pratiwi, warga Kecamatan Kapas mengungkapkan niatnya bekerja di luar negeri. Ujian pun telah ia lalui. Meski belum lolos. "Niat kerja luar negeri ini masih ada. Korea Selatan sih masih jadi tujuan utama," katanya.

Septi mengaku, alasannya mengadu nasib di negeri orang karena gaji ditawarkan lebih besar. Sementara, ia menarget ikut ujian lagi tahun ini. "Tahun ini ikut ujian lagi, soal jadwal menunggu keputusan KP2MI (Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia)," imbuh dia. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#PMI #Pekerja #taiwan #pekerja migran #kerja #bojonegoro #Luar Negeri #Disperinaker #disperinaker bojonegoro #pendapatan