RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Wisata Growgoland di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, tidak hanya menjadi tujuan wisata keluarga yang populer, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi warga sekitar.
Setiap akhir pekan, terutama di musim liburan sekolah, arus wisatawan mengalami kenaikan signifikan, berdampak langsung pada omzet pedagang dan perputaran uang di kawasan wisata berbasis sumber mata air alami tersebut.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nyai’in menyampaikan, bahwa lonjakan kunjungan menjadi faktor utama hidupnya roda ekonomi di Growgoland.
“Ada kenaikan, kalau musim liburan ada kenaikan pengunjung,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Ia menambahkan, dampaknya paling terasa ketika musim libur panjang sekolah, dari penjualan tiket, parkir hingga lapak-lapak kuliner dan penyewaan perlengkapan wisata air.
“Biasanya perputaran uang di sini kalau hari ramai ya kisaran ada, kalau seluruhnya bisa sampai Rp 50-an juta,” jelasnya.
Menurut Nyai’in, pertumbuhan ekonomi lokal ini membuat banyak warga menggantungkan pendapatan pada aktivitas wisata. “Kalau untuk dampak ekonomi sangat membantu warga sekitar,” tambahnya.
Peningkatan jumlah wisatawan juga dirasakan langsung oleh para pedagang. Diki, salah satu penjual di kawasan Growgoland, menuturkan bahwa stabilitas jumlah pengunjung sangat menentukan pendapatan harian.
“Di sini sudah sekitar empat tahunan,” katanya, mengisahkan pengalamannya berdagang di sekitar sumber mata air.
Menurutnya, tren wisatawan memang cenderung naik, apalagi ketika musim liburan sekolah, banyak dari keluarga beserta anak-anak yang berkunjung untuk mencoba berenang ataupun sekadar bersantai di pinggir sungai. “(Pengunjung) naik,” tuturnya.
Meski demikian, musim hujan yang saat ini terjadi sekaligus menjadi peringatan. Bukan tanpa alasan, air sungai yang semula jernih itu bisa menjadi keruh dan membuat pengunjung urung masuk ke lokasi wisata. “Kadang pengunjung kalau air keruh, nggak jadi masuk,” pungkasnya.
(kam/bgs)