Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Peningkatan Produksi Padi Bojonegoro Dipicu Kemarau Basah

Dewi Safitri • Rabu, 12 November 2025 | 15:00 WIB
PEMBIBITAN: Seorang petani di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander sedang mencabut bibit padi.
PEMBIBITAN: Seorang petani di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander sedang mencabut bibit padi.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kemarau basah tahun ini meski kurang berpihak petani tembakau, tapi menjadi berkah bagi petani padi. Hujan yang kerap turun di musim kemarau membuat petani sukses menanam padi dengan pasokan air yang cukup. Baik di musim tanam pertama, kedua, maupun ketiga.

Salah satu petani asal Kecamatan Dander, Darmini mengatakan, tahun ini menanam padi berturut di setiap musim tanam. Tepatnya, pada musim tanam pertama, sekitar Oktober 2024 mulai tanam padi dan panen sekitar Januari 2025 akhir.

Kemudian, menanam kembali di musim tanam kedua, pada Maret 2025. Dilanjutkan, pada Juni 2025 lalu juga menanam padi lagi karena masih ada hujan, meski musim kemarau. Dan, bulan lalu (Oktober 2025) kembali menanam padi.

“Biasanya saat kemarau menanam jagung di sawah, tapi karena kemarau tahun ini masih turun hujan. Jadi, memutuskan untuk kembali menanam padi, begitupun dengan yang lainnya (petani di daerah sekitarnya),” terangnya kemarin (11/11).

Menurutnya, terkait air, petani di daerahnya tidak khawatir. Karena terdapat sumur bor di sawah. Meski harus mengeluarkan modal cukup banyak, ketika hujan tidak turun. Tapi, dapat dipastikan untuk pengairan aman hingga panen.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani menyampaikan, bahwa Bojonegoro memiliki keberkahan akibat perubahan iklim, seharusnya kemarau menjadi kemarau basah.

“Sehingga, pertanaman kita dibanding tahun kemarin itu lebih dari 10 ribu hektare,” terangnya.

Berdasar data Berita Resmi Statistik (BRS) No.55/11/35/Th.XXIII, Senin (3/11). Produksi padi di Bojonegoro tercatat sebanyak 886,44 ton gabah kering giling (GKG). Meningkat dibanding 2024 sekitar 710,53 ton GKG.

Dengan luas panen padi mencapai 159.820 hektare. Meningkat cukup signifikan dibanding 2024, yakni sekitar 131.221 hektare. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sawah #Panen #petani padi #Kemarau Basah #dkpp #Petani #gkg #musim tanam #Hujan #Musim Kemarau #bojonegoro #padi #Kemarau #gabah kering #DKPP Bojonegoro #Air #petani tembakau