Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Produksi Padi Bojonegoro Nomor Dua se-Jatim, Harga Beras Berangsur Turun

Dewi Safitri • Rabu, 12 November 2025 | 14:45 WIB
JEMUR PADI: Petani di Kecamatan Dander sedang menjemur padi, produksi padi Bojonegoro tahun ini nomor dua se-Jatim. Dari sebelumnya nomor tiga se-Jatim.
JEMUR PADI: Petani di Kecamatan Dander sedang menjemur padi, produksi padi Bojonegoro tahun ini nomor dua se-Jatim. Dari sebelumnya nomor tiga se-Jatim.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Produksi padi di Bojonegoro tahun ini tercatat mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini belum serta merta berdampak langsung terhadap penurunan harga beras di pasaran. Namun, diketahui harga beras mulai turun pada beberapa minggu terakhir.

Berdasar data Berita Resmi Statistik (BRS) No.55/11/35/Th.XXIII, Senin (3/11). Produksi padi di Bojonegoro tercatat sebanyak 886,44 ton gabah kering giling (GKG). Meningkat dibanding 2024 sekitar 710,53 ton GKG.

Dengan peningkatan tersebut, Bojonegoro naik peringkat menjadi nomor dua produksi padi terbanyak di Jawa Timur tahun ini. Tepat di bawah Kabupaten Lamongan yang menduduki nomor pertama. Dengan angka produksi padi mencapai sekitar 904,93 ton GKG di 2025.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Moch. Rudianto menyampaikan, bahwa peningkatan jumlah produksi merupakan akumulasi dalam satu tahun.

Terkait, pengaruh peningkatan produksi dengan harga beras di pasaran. Dia menyampaikan, penurunan harga beras biasanya dipengaruhi karena mulai ada panen.

Harga pangan pokok masyarakat tersebut biasanya mengalami penurunan saat panen raya. Yakni, sekitar Maret dan Juni. Namun, beberapa minggu terakhir harga beras di Bojonegoro terpantau mengalami penurunan.

“Beberapa minggu terakhir harga beras memang terpantau turun,” terangnya.

Berdasar laman resmi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, harga beras medium di Bojonegoro per 28 Oktober 2025 sekitar Rp 13.050 per kilogram (kg), sedangkan untuk harga beras premium Rp 15.015 per kg. Sementara, harga beras per-kemarin (11/11), untuk harga beras medium Rp 13.031 per kg dan beras premium Rp 15.112 per kg.

Menurutnya, harga beras diatur dengan harga eceran tertinggi (HET). Satuan tugas (satgas) pangan secara aktif mengawasi peredaran beras.

“Utamanya, terkait harga, mutu, dan timbangan,” pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #produksi padi #Panen #pasar #dkpp #harga pangan #gkg #bojonegoro #padi #harga beras #gabah kering #lamongan #DKPP Bojonegoro #panen raya