RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) di Bojonegoro mulai menghasilkan produksi telur, sedikitnya di desa. Namun, kualitas hasil panen dari ayam bantuan ini masih belum maksimal.
Makhrus Ghozali, peternak ayam asal Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu menyampaikan, ia sudah mulai menerima setoran telur dari keluarga penerima manfaat (KPM).
Namun, rerata ukuran telur masih kecil dan kulit tipis. "Kalau dari gayatri menurut saya telur masih masuk grade C sampai E," terangnya.
Menurutnya, meski program gayatri tersebut masih punya peluang dengan besarnya pasar telur. Namun perlu adanya pengetahuan pada penerima. "Bagus untuk tambah pemasukan tetapi harus disertai dengan pengetahuan (penerima)," imbuhnya.
Ia juga menyarankan, saran perlu adanya evaluasi apakah ayam cocok atau tidak. "Sebagai penjual memang tidak berpengaruh karena sudah punya pasar, tetapi kalau orang awam bisanya lebih suka telur di grade A," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Bojonegoro Fajar Dwi Nurrizki menyampaikan, bahwa program Gayatri memang belum menyeluruh, dan 10 desa yang telah mencapai rerata produksi 80 persen. "Untuk Desa lokasi khusus (lokus) APBD induk 2025 ada di 10 Desa," terangnya.
Desa-desa yang telah mencapai produksi telur tersebut yakni Desa Bondol dan Sengon (Kecamatan Ngambon), Desa Sumberbendo dan Cancung (Bubulan), Desa Sekar dan Klino (Sekar), Desa Turi dan Kacangan (Tambakrejo), serta Desa Senganten, Desa/Kecamatan Gondang. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana