RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rumput bukan gulma. Rumput dan urin sapi ternyata bisa bermanfaat mengendalikan hama dan penyakit. Hal ini disampaikan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Ahli Muda Sub Koordinasi Perlindungan Tanaman dan Sarana UPT Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan (DKPP) Bojonegoro Susana.
Dia mengatakan, tengah mengupayakan penggunaan bahan organik. Klaimnya memiliki teknologi Biosaka dan N Level 1. Biosaka merupakan cairan elisitor alami yang berfungsi sebagai sinyal bagi tanaman untuk menyerap nutrisi secara optimal dan mempercepat pemulihan dari stres lingkungan.
Sedangkan, teknologi N Level 1 contohnya urine yang diolah dalam waktu singkat untuk menjadi pupuk organik cair. "Dari rumput yang sebenarnya bukan gulma itu. Kita cari rumput yang terbaik di lingkungan sekitar tanaman, ambil sekitar lima batang," imbaunya.
Kemudian, diremas dan dipijat hingga mengeluarkan bahan kimia dari rumput untuk penyemprotan. Misal lainnya untuk hama tikus, kata dia, bisa menggunakan rendaman rumput selama minimal lima hari. Selanjutnya menggunakan urine sapi atau kambing yang diberi sedikit alkohol.
"Ini cara yang mudah dan murah. Sesuatu yang dibuang bisa bermanfaat. Sudah diterapkan di Kecamatan Kalitidu, Balen, Ngasem, Dander, dan banyak lagi mungkin sudah sekitar 20 hektare. Ini uri-uri kearifan lokal," katanya. (yna/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana