Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jadikan Rumput dan Urin Sapi sebagai Pengendali Hama Tanaman, Begini Caranya

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 17 Juli 2025 | 00:07 WIB
MENGUSIR HAMA: Para petani di Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, menyemprotkan pestisida mengusir hama tanaman. Diketahui, desa-desa di Kecamatan Kedungtuban mulai memakai pupuk organik. (RAHUL OSCARRA/RDR.BLORA)
MENGUSIR HAMA: Para petani di Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, menyemprotkan pestisida mengusir hama tanaman. Diketahui, desa-desa di Kecamatan Kedungtuban mulai memakai pupuk organik. (RAHUL OSCARRA/RDR.BLORA)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rumput bukan gulma. Rumput dan urin sapi ternyata bisa bermanfaat mengendalikan hama dan penyakit. Hal ini disampaikan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Ahli Muda Sub Koordinasi Perlindungan Tanaman dan Sarana UPT Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan (DKPP) Bojonegoro Susana.

Dia mengatakan, tengah mengupayakan penggunaan bahan organik. Klaimnya memiliki teknologi Biosaka dan N Level 1. Biosaka merupakan cairan elisitor alami yang berfungsi sebagai sinyal bagi tanaman untuk menyerap nutrisi secara optimal dan mempercepat pemulihan dari stres lingkungan.

Sedangkan, teknologi N Level 1 contohnya urine yang diolah dalam waktu singkat untuk menjadi pupuk organik cair. "Dari rumput yang sebenarnya bukan gulma itu. Kita cari rumput yang terbaik di lingkungan sekitar tanaman, ambil sekitar lima batang," imbaunya.

Kemudian, diremas dan dipijat hingga mengeluarkan bahan kimia dari rumput untuk penyemprotan. Misal lainnya untuk hama tikus, kata dia, bisa menggunakan rendaman rumput selama minimal lima hari. Selanjutnya menggunakan urine sapi atau kambing yang diberi sedikit alkohol.

"Ini cara yang mudah dan murah. Sesuatu yang dibuang bisa bermanfaat. Sudah diterapkan di Kecamatan Kalitidu, Balen, Ngasem, Dander, dan banyak lagi mungkin sudah sekitar 20 hektare. Ini uri-uri kearifan lokal," katanya. (yna/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Hama #rumput #dkpp #Sapi #penyakit #Pertanian #bojonegoro #pengendalian hama #gulma #bahan organik #urin sapi #DKPP Bojonegoro #nutrisi