Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Di Tengah Banyak PHK dan Lowongan Kerja Minim, Begini Strategi agar Bisa Diterima Kerja

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 5 Juli 2025 | 16:50 WIB
BERBURU KERJA: Para lulusan SMK berburu lowongan kerja di Job Fair SMKN 1 Bojoneogoro pada Juni 2024 lalu.
BERBURU KERJA: Para lulusan SMK berburu lowongan kerja di Job Fair SMKN 1 Bojoneogoro pada Juni 2024 lalu.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tahun 2025 jadi masa yang cukup sulit bagi para pencari kerja. Banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena kondisi ekonomi yang belum stabil.

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, hingga Mei 2025 sudah ada lebih dari 26.000 pekerja yang terkena PHK. Sementara itu, jumlah lowongan kerja baru yang tersedia justru tidak sebanding. Artinya, saingan makin banyak, tapi peluang makin sedikit.

Meski begitu, bukan berarti kamu tidak punya kesempatan. Berikut lima strategi yang bisa dilakukan agar tetap bisa mendapatkan pekerjaan di tengah persaingan yang ketat:

1. Tingkatkan Keahlian yang Banyak Dibutuhkan

Di masa sekarang, perusahaan lebih banyak mencari orang dengan keahlian tertentu seperti programming, digital marketing, perawat, atau pengelola proyek. Menurut data dari LinkedIn awal tahun 2025, pekerjaan di bidang teknologi, kesehatan, dan penjualan masih banyak dicari.

Kamu bisa ikut pelatihan online gratis atau berbayar untuk menambah keahlian. Beberapa platform seperti Coursera, Skill Academy, atau Prakerja menyediakan kursus dengan sertifikat yang bisa menambah nilai saat melamar.

2. Ikut Job Fair dan Daftar Lewat Aplikasi Resmi

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan sering mengadakan job fair, baik secara langsung maupun online. Misalnya, Job Fair Nasional 2025 bulan Mei lalu menyediakan lebih dari 25.000 lowongan kerja dari berbagai perusahaan.

Selain itu, kamu juga bisa daftar lewat situs resmi seperti SIAPkerja. Di sana, kamu bisa unggah CV dan langsung melamar pekerjaan yang sesuai.

3. Bangun Profil Online yang Menarik

Banyak HRD sekarang mencari calon karyawan lewat media sosial profesional seperti LinkedIn. Pastikan profilmu rapi, jelas, dan menunjukkan keahlian serta pengalaman yang kamu miliki.

Jika punya hasil kerja atau proyek pribadi, unggah di portofolio online seperti GitHub, Behance, atau bahkan Google Drive. Ini bisa menjadi nilai tambah.

4. Cari Peluang Kerja ke Luar Negeri

Beberapa negara seperti Jepang sedang membuka banyak lowongan kerja untuk pekerja migran, terutama di bidang perawat, pabrik, dan konstruksi. Melalui program SSW (Specified Skilled Worker), kamu bisa bekerja di Jepang sampai lima tahun.

Program ini difasilitasi oleh pemerintah Indonesia dan gratis. Cukup daftar di BP2MI, ikut pelatihan bahasa Jepang, dan mengikuti seleksi.

5. Manfaatkan Pekerjaan Lepas (Freelance)

Kalau belum mendapatkan kerja tetap, kamu bisa mencoba menjadi freelancer. Banyak platform seperti Sribulancer, Freelancer.com, atau Upwork yang menyediakan proyek jangka pendek.

Selain mendapatkan penghasilan, kamu juga bisa menambah pengalaman dan portofolio. Ini penting sebagai bekal saat melamar kerja tetap nanti.

Walau persaingan semakin ketat dan lowongan kerja terbatas, peluang tetap ada. Kuncinya adalah terus belajar, aktif mencari informasi, dan membangun diri agar tetap siap saat kesempatan datang. Jangan menyerah, karena banyak orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan justru saat kondisi sedang sulit. (feb)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#lowongan kerja #pencari kerja #job fair #phk #pekerjaan #Ekonomi #Pelatihan #kerja #ketenagakerjaan #keahlian #freelance