RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Para pande besi di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora bisa melayani pembuatan golok dan pisau hingga luar daerah. Untuk pesanan dari luar daerah, ditarif dua kali lipat dari tarif atau harga biasa.
“Untuk tarif atau harga bagi tetangga satu golok biasanya hanya Rp 30.000. Sementara, untuk pemesan dari luar Blora, harganya Rp 60.000,” ungkap Amin usai menempa besi di tempat kerjanya. Rerata pemesan ingin dibuatkan golok dan pisau, peralatan tersebut untuk menunjang warga pada saat penyembelihan hewan kurban.
Amin memastikan, setiap Idul Adha pesanan golok dan pisau selalu banyak. Sementara, untuk hari-hari biasa sepi pemesan. “Kalau hari (tidak hari Idul Adha) biasanya membuat clurit, bendo, dan parang,” ungkapnya.
Momentum Idul Adha 1446 H tidak disia-siakan para pande besi di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Amin bersama dua temannya sedang menempa, setiap kali besi dibakar kemudia dua orang siap menunggu untuk penempaan. “Dalam sehari, kami mampu membuat hingga 35 golok dan pisau,” ujar Amin.
Ia mengungkapkan, dibanding hari-hari biasa, permintaan pembuatan golok dan pisau semakin meningkat signifikan. Tentu kondisi tersebut membuat pengrajin senang, dan ketiban berkah Idul Adha. “Pesanan golok ini hanya ada menjelang Idul Adha. Saat hari biasa, kami tidak memproduksi golok karena tidak ada permintaan,” tuturnya.
Amin mengungkapkan, harga golok bervariasi, tergantung pada tingkat kerumitan. Saat ini produksi golok dan pisau Amin tidak hanya melayani dari Blora saja, namun sudah merambah ke labupaten tetangga. “Ada dari luar Blora juga untuk pemesannya,” tuturnya.
Untuk diketahui dalam kesehariannya, Amin dan timnya hanya membuat sabit dan cangkul untuk membantu petani mengolah sawah. Hal tersebut sudah dilakukan sejak 20 tahun silam, sehingga amin dan kedua rekannya tidak merasa kesulitan saat banjir pesanan pembuatan golok dan pisau. (luk/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko