Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Investasi Pabrik Bioetanol-Metanol Bojonegoro Diproyeksikan Rp 22,8 Triliun, Bakal Dioperasikan PT Butonas Petrochemical Indonesia

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 20 Mei 2025 | 17:35 WIB
Ilustrasi Pembangunan Industri. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Pembangunan Industri. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Nilai investasi pabrik bioetanol-metanol diproyeksi capai Rp 22,8 triliun. Masuk dalam proyek strategis nasional (PSN), rencana digarap dan dioperasikan PT Butonas Petrochemical Indonesia (BPI).

‘’Awalnya rencana dua pabrik berbeda, bioetanol dan metanol,” kata Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Erni Wahyuni, Rabu (14/5) siang.

Dia mengatakan, dua pabrik itu memiliki kegunaan berbeda. Bioetanol digadang sebagai bahan bakar nabati pengganti bahan bakar minyak (BBM). Meski dalam pembuatannya tetap menggunakan gas dan bahan nabati seperti jagung. Sedangkan, metanol direncanakan untuk menjadikan bahan bakar siap pakai.

‘’Jadi, bioetanol untuk pengganti BBM sedangkan metanol untuk menjadikan BBM siap pakai. Seperti wacana hilirisasi. Selama ini kan kita ekspor barang mentah dan impor lagi untik BBM siap pakai. Jadi, harapannya tidak perlu impor lagi. Karena pabrik metanol ini juga masih minim di Indonesia,” bebernya.

Dia mengatakan, kedua pabrik itu direncakan mendapat suplai gas dari Jambaran Tiung Biru (JTB). Saat ini tengah proses pembebasan kawasan industri di sebelah lapangan migas itu. Tepatnya di Kecamatan Ngasem.

Infografis Investasi Pabrik Bioetanol-Metanol (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Investasi Pabrik Bioetanol-Metanol (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

‘’Lagi berproses pembebasan kawasan hutan. Saat ini belum turun,” katanya.

Erni menambahkan, sebelumnya PSN hanya menyertakan pabrik metanol. Sedangkan, bioetanol dari investor lain. Namun, penggarapnya satu investor dan ingin dijadikan satu maka dimungkinkan pabrik menjadi satu, bioetanol-metanol.

Tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinato (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2024. ‘’Awalnya di dua lokasi berbeda. Tapi, belum bisa dipastikan baru data sementara. Bisa jadi satu lokasi,” bebernya.

Dia menjelaskan, nilai investasi dua pabrik itu diproyeksi mencapai Rp 22,8 triliun. Rinciannya pabrik bioetanol sejumlah Rp 2,8 triliun dan pabrik metanol sebesar Rp 20 triliun. Investor dari PT BPI.

Dia menambahkan, untuk kajian pabrik itu telah dimulai pada 2021 oleh PT Sucofindo. ‘’Pernah uji coba di Bojonegoro dan Blora. Hasil lebih baik di Bojonegoro dan mendekatkan dari bahan baku,” katanya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#metanol #bahan bakar nabati #nilai investasi #Proyek Strategis Nasional #Ngasem #bbm #jtb #pabrik bioetanol #bioetanol #dpmptsp #bpi #psn #Investasi #jambaran tiung biru #pabrik bio etanol #bahan bakar