Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pupuk Organik Diharap Jadi Solusi Kesuburan Lahan Pertanian Blora: Panen Padi Organik Capai 8 Ton Per Hektare

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 3 April 2025 | 20:30 WIB
ORGANIK: Gudang pupuk organik di Blora dipersiapkan untuk mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
ORGANIK: Gudang pupuk organik di Blora dipersiapkan untuk mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Produktivitas dan kesuburan lahan pertanian jadi tantangan pengembangan pangan berkelanjutan. Sehingga, pupuk organik jadi solusi yang akan digagas pemkab mendukung program ketahanan pangan.

Terlebih, di Desa Kamolan, Kecamatan Blora Kota, program tersebut sudah cukup berhasil, panen padi organik capai 7,5 hingga 8 ton per hektare. Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, pemkab berkomitmen terus untuk menyukseskan program swasembada pangan.

Menurutnya, panen raya pada 21 Maret lalu di Desa Kamolan membuktikan inovasi pertanian dengan penggunaan pupuk organik. Panen petani mencapai 7,5 sampai 8 ton per hektare. ’’Mampu meningkatkan produktivitas dan kesuburan lahan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani diperlukan agar pertanian organik semakin berkembang.

Sebab, Kabupaten Blora memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Pihaknya mencanangkan pertanian organik sebagai salah satu prioritas pembangunan. ’’Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan, kami telah mencanangkan program pertanian organik,” terangnya.

Pihaknya mengatakan, pemkab terus mendorong penggunaan pupuk organik, seperti kerja sama dengan Petroganik dari PT Pupuk Indonesia. Menurutnya, hal itu merupakan langkah strategis mewujudkan pertanian yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.

’’Saya berharap hasil yang baik ini tentu juga menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mendorong penggunaan pupuk organik di kalangan petani Blora,” tuturnya. Pihaknya berharap program pupuk organik ini tidak hanya diimplementasikan pada tanaman padi.

Namun, bisa juga dilakukan pada tanaman jagung yang menjadi salah satu produk unggulan lainnya. ’’Kami akan terus mendukung program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Arief Rohman juga mengajak seluruh petani di Kabupaten Blora untuk tidak ragu mengadopsi teknologi pertanian ramah lingkungan. ’’Karena selain meningkatkan hasil panen, juga dapat menjaga keberlanjutan lahan pertanian bagi generasi mendatang,” jelasnya.

Direktur Pupuk Kementerian Pertanian Republik Indonesia Jekvy Hendra saat meninjau gudang pupuk di Blora mengatakan, penggunaan pupuk yang berimbang sudah menunjukan hasil yang cukup baik.

Mencapai 7 sampai 8 ton per hektare, hal tersebut menjadi hal positif bagi keberlangsungan sistem pangan di daerah. ’’Tidak hanya di sini, tapi juga nanti di beberapa daerah,” ucapnya. Menurutnya, saat ini sudah banyak yang bergerak menggunakan organik.

Terlebih dengan intervensi dengan program Bupati, masyarakat bakal beralih gunakan pupuk organik. ’’Sesuai dengan instruksi Presiden itu harusnya 20 persen komponen yang sudah ada diisi oleh bahan-bahan organik,” jelasnya.

’’Data yang terbaru Blora sudah melakukan penyerapannya relatif tinggi yang akan mencapai 22,47 persen per Maret ini,” imbuhnya. (luk/hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Arief Rohman #lahan pertanian #Petani #Pertanian #pupuk #panen padi #padi #Pupuk Organik #blora #swasembada pangan #bupati blora