RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak keluarga merasakan lonjakan pengeluaran. Mulai dari kebutuhan pokok, persiapan mudik, hingga membeli berbagai perlengkapan hari raya, semuanya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untungnya, bagi karyawan swasta maupun negeri, Tunjangan Hari Raya (THR) bisa menjadi penyelamat. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, THR yang dinantikan justru bisa habis dalam sekejap.
Agar keuangan keluarga tetap stabil dan tidak kebingungan setelah Lebaran, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Menurut pakar keuangan keluarga, Mimin Susanto, dalam podcast bersama Hefty Suud di kanal YouTube Harian Surya, ada beberapa tips mengatur keuangan rumah tangga menjelang Idul Fitri. Yuk, simak selengkapnya!
Baca Juga: Dolan Pasar: Pasar Pasinan Masih Jadi Fondasi Ekonomi Lintas Generasi Meskipun Tiga Kali Kebakaran
1. Membuat Anggaran Keluarga
Banyak orang memiliki pengeluaran tetap, tetapi tidak semua memiliki anggaran yang jelas. Akibatnya, di tengah jalan keuangan bisa berantakan. Oleh karena itu, penting untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rinci.
Mimin Susanto menyarankan menggunakan rumus 10, 20, 30, 40 dalam mengelola keuangan:
- 10 persen untuk sosial, seperti zakat dan infaq.
- 20 persen untuk tabungan, investasi, atau asuransi.
- 30 persen untuk cicilan jika masih memiliki utang.
- 40 persen untuk kebutuhan sehari-hari dan operasional rumah tangga.
Dengan membagi pengeluaran secara proporsional, keuangan keluarga bisa lebih terkendali.
2. Menentukan Tujuan Anggaran
Agar keuangan lebih terarah, penting untuk menentukan tujuan anggaran. Misalnya, alokasi 20 persen dari pendapatan bisa digunakan untuk tabungan liburan, investasi emas atau reksadana, dana pendidikan anak, atau bahkan dana pensiun. Dengan adanya tujuan yang jelas, uang tidak akan habis begitu saja tanpa manfaat jangka panjang.
3. Menyiapkan Anggaran Hari Raya
Hari raya seringkali membawa pengeluaran ekstra, seperti biaya mudik, membeli baju baru, dan memberi bingkisan untuk keluarga. Jika tidak direncanakan dengan baik, pengeluaran bisa membengkak dan mengganggu kestabilan keuangan setelah Lebaran. Oleh karena itu, buatlah anggaran khusus untuk kebutuhan Lebaran dan sesuaikan dengan kemampuan finansial keluarga.
4. Memanfaatkan THR dengan Bijak
Salah satu cara agar keuangan tetap stabil adalah dengan memanfaatkan THR secara optimal. Sebaiknya, gunakan THR hanya untuk keperluan hari raya, seperti membeli bahan makanan untuk hidangan Lebaran, memberikan amplop THR untuk keluarga, atau membayar biaya perjalanan mudik. Hindari mencampur THR dengan gaji pokok agar setelah Lebaran tidak mengalami kesulitan keuangan.
5. Sisihkan Sebagian THR untuk Tabungan
Jika memungkinkan, sisihkan minimal 20 persen dari THR untuk tabungan. Meski jumlahnya tidak besar, menyisihkan sebagian dari THR bisa menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan finansial yang lebih baik. Tabungan ini bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak atau investasi jangka panjang.
Mengelola keuangan menjelang Idul Fitri memang membutuhkan perencanaan yang matang. Dengan membuat anggaran yang jelas, menentukan tujuan finansial, dan memanfaatkan THR dengan bijak, keuangan keluarga bisa tetap stabil bahkan setelah hari raya. Jadi, jangan sampai euforia Lebaran membuat kita lupa untuk tetap cermat dalam mengelola keuangan. Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan kesejahteraan! (oss/mgg)
Editor : Hakam Alghivari