Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dolan Pasar: Pasar Pasinan Masih Jadi Fondasi Ekonomi Lintas Generasi Meskipun Tiga Kali Kebakaran

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 27 Maret 2025 | 20:15 WIB
TAK PERNAH SEPI: Pasar Desa Pasinan ini tak pernah sepi, perekonomian bergeliat mulai pagi hingga malam. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)
TAK PERNAH SEPI: Pasar Desa Pasinan ini tak pernah sepi, perekonomian bergeliat mulai pagi hingga malam. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COMWarga Pasinan rerata sebagai pedagang, berbeda dengan warga desa lain yang sumber pendapatannya dari sektor pertanian.

Sehingga, pasar di Desa Pasinan di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro ini menjadi fondasi ekonomi warga desa setempat. Sudah berlangsung dari nenek moyang, sehingga menjadi sumber ekonomi lintas generasi.

Pasar di Jalan Nasional Bojonegoro-Surabaya itu hampir tak pernah sepi. Sejak dini hari pasar sudah ramai pedagang sayur hingga malam banyak pedagang makanan.

Ulfa, salah satu pedagang mengatakan, pedagang memiliki jam buka yang berbeda. Pedagang sejak 2006 tersebut, mulai membuka kiosnya dari pukul 07.30 hingga 13.00. Sementara pedagang sayur biasanya berjualan lebih pagi.

‘’Meski begitu, aktivitas di pasar ini tetap ramai karena kebutuhan masyarakat akan barang dagangan yang lebih murah dibandingkan di tempat lain,” jelasnya.

Ria salah satu pengunjung pasar mengatakan, lebih memilih pasar tradisional karena harga barang yang lebih murah dan bisa ditawar. Namun perlu perhatian untuk kebersihan pasar yang masih kurang.

‘’Memang lebih murah dan bisa menawar, tapi kalau soal kebersihan masih kurang. Tapi ya namanya juga pasar tradisional, pasti beda dengan pasar modern,” ujarnya.

Kepala Desa Pasinan, Baureno Fanny Khumaydah mengatakan, pasar sudah ada sejak lama. Untuk kepastian kapan tidak ada yang tahu. Bahkan kebakaran pada 2011 menjadi musibah kebakaran yang ketiga kali.

Pedagang pasar rerata sudah generasi yang ke tiga hingga empat. Sehingga diperkirakan pasar sudah ada selama puluhan tahun.

‘’Embah saya dulu jualan di pasar, dan ibu saya pernah diajak berjualan,” ungkapnya.

Kades perempuan tersebut mengaku Pasar Pasinan menjadi pusat perekonomian masyarakat Baureno dan sekitarnya. Seperti Sumberrejo dan Kepohbaru. Jumlah pedagang memiliki kios sekitar 624 pedagang, lalu lesehan 260 pedagang, dan pedagang tidak tetap sekitar 100 orang. Luas lahan pasar mencapai 1,5 hekter.

‘’Sehingga ketika sedang ramai hampir 1000 pedagang menempati Pasar Pasinan,” jelasnya.

Pedagang tidak ditarik biaya sewa kios. Terlebih sejak pembangunan pasca kebakaran diberlakukan hak guna pakai selama 25 tahun masa berlaku. Sedangkan biaya retribusi kebersihan tetap ada sekitar Rp 500 hingga Rp 1.500.

Sebelum 2011 bangunan pasar masih semi permanen. Juga bangunan dibuat oleh masing-masing pedagang. Lalu pasca kebakaran 2011 bangunan pasar mulai permanen. Pembangunan kerja sama antar pedagang dengan pemerintah desa untuk kios atau bidak bagian tengah.

Lalu bagian depan, bantuan dari pemkab sekitar 2015. Sedangkan bagian belakang dibangun oleh kementerian.

Fanny menjelaskan pasar mulai buka sekitar pukul 01.00 dini hari, untuk pedagang sayuran dan kebutuhan pokok sehari-hari. Sedangkan pedagang pakaian, perabotan, buah, hingga mainan buka mulai pukul 07.00 hingga 13.00. Lalu mulai sore hingga malam halaman pasar digunakan untuk pedagang makanan.

Menurut Fanny pedagang pasar didominasi warga Pasinan. Terlebih di desanya lahan pertanian tidak luas. Sehingga warga memilih menjadi pedagang di pasar. Bahkan rerata sudah turun temurun.

‘’Aktivitas masyarakat sejak pagi banyak di pasar,” jelasnya.

Ke depan pemdes terus berupaya untuk melakukan renovasi di pasar demi kenyamanan dan keamanan pembeli maupun pedagang. Rencananya tahun ini ada penambahan atap pasar. (oss/irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#baureno #fondasi ekonomi #pasar #Kebakaran #pasar tradisional #surabaya #lintas generasi #biaya sewa #kepohbaru #Pertanian #Ekonomi #sumberrejo #Pasinan #Retribusi #bojonegoro #Pedagang