Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Dolan Pasar: Pasar Dander Jadi Penggerak Ekonomi di Bojonegoro Selatan

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 26 Maret 2025 | 19:36 WIB
TRANSAKSI: Pedagang dan pembeli sedang transaksi manual di Pasar Dander. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
TRANSAKSI: Pedagang dan pembeli sedang transaksi manual di Pasar Dander. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pasar tradisional berperan penting dalam pergerakan roda perekonomian lokal. Tidak hanya sekadar tempat jual beli. Pasar tradisional juga tempat interaksi sosial.

Bahkan, ada kedekatan tersendiri antara pedagang dan pembeli di pasar. Hal tersebut membuat Pasar Dander masih aktif beroperasi hingga saat ini. Meski terkadang sepi, pasar yang terletak di tengah-tengah kecamatan tersebut tetap menjadi jujukan warga setempat.

Seperti, bagian baju yang justru lebih ramai tahun ini dibanding sebelumnya.

Siti Nurul Mu’aisyah salah satu pedagang di Pasar Dander mengatakan, sudah 26 tahun bergadang di Pasar Dander.

Mulai dari menjual barang, parfum, buku, kitab, hingga peralatan rumah tangga. Meski terkadang sepi pembeli, karena  berdagang bukan hanya soal mencari rezeki, tapi membangun hubungan baik dengan pelanggan setia juga penting untuk dipertahankan.

‘’Saya sudah terbiasa berjualan di sini (Dander) sejak 1999. Kondisi pasar yang cukup bersih dan terjaga membuat suasana pasar tetap nyaman,’’ kata perempuan 46 tahun tersebut.

Siti berharap kondisi Pasar Dander bisa terus berkembang dan tetap ramai. Apabila lebih banyak pembeli yang datang, tentu pedagang juga akan semakin semangat berjualan. Terlebih, jika sudah nyaman dengan tempatnya. Juga, sudah memiliki pelanggan setia.

‘’Semoga pasar ini tetap ramai dan terus berkembang,’’ harapnya.

Fitri pengunjung di Pasar Dander mengatakan, dari dulu selalu belanja di Pasar Dander. Terlebih, jika sedang membutuhkan banyak belanjaan untuk acara-acara tertentu. Sedangkan, untuk belanja keseharian, rerata di penjual rengkek.

Dia sejak kecil sering diajak ibunya ke Pasar Dander. Mengingat, pasar tersebut dapat dikatakan terbesar di wilayah itu. Sekarang, di usianya yang sudah matang, ia sering bolak-balik ke pasar ini sendiri untuk belanja.

‘’Dulu Pasar Dander identik dengan delman sebagai transportasinya. Sekarang sudah tidak ada. Kondisi bangunan lebih bagus sekarang, tapi lebih ramai dulu. Dulu menjelang lebaran selalu full pengunjung, sekarang masih ramai, tapi tidak sampai full,’’ bebernya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan, untuk kondisi Pasar Dander di bagian daging dan beberapa lainnya memang masih sepi.

Namun, ketika mencoba keliling di bagian baju, menurutnya masih cukup ramai dibanding tahun sebelumnya.

‘’Di bagian baju-baju, alhamdulillah tahun ini agak lebih ramai karena beberapa yang biasanya online itu mulai kembali beralih ke langsung (membeli di pasar), ini berdasar cerita mereka,’’ katanya setelah menghadiri acara di Pendapa Malowopati kemarin (25/3). (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pelanggan #pasar #perekonomian lokal #baju #Ekonomi #dander #jual beli #pasar tradisonal #Pedagang