RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - DeepSeek, platform AI yang baru saja diluncurkan pada 27 Januari 2025 di Amerika mengguncang pasar saham.
Perusahaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) asal China itu di hari pertama peluncurannya, DeepSeek telah sukses merajai platform AI dengan platform yang paling banyak diunduh di Apple Store, terutama di kawasan Amerika.
Baca Juga: Komdigi Berencana Kaji Peraturan Pengelolaan dan Pengembangan AI di Indonesia
Fakta Penting Saham Nvidia Anjlok Terparah dalam Sejarah
Dilansir dari laman Forbes, perusahaan Nvidia mencetak rekor di pasar saham sejak Peluncuran pertama DeepSeek pada Senin (27/1).
Saham yang berada di garis depan revolusi kecerdasan buatan yang dipimpin AS itu mendapat ancaman dari DeepSeek, perusahaan AI asal Cina itu mengembangkan saingan ChatGPT dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan perusahaan Amerika lainnya. Berikut rangkuman fakta penting:
- Saham Nvidia mengalami penurunan sebesar 17% pada penutupan hari Senin, yang merupakan kerugian harian terburuk sejak Maret 2020. Penurunan ini menyebabkan Nvidia kehilangan kapitalisasi pasar sebesar $589 miliar, yang merupakan penurunan nilai satu hari terbesar dalam sejarah.
- Penurunan ini menggeser Nvidia dari posisinya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia, dengan valuasi yang turun dari $3,5 triliun menjadi $2,9 triliun. Penurunan ini juga berdampak pada indeks acuan S&P 500 yang turun 1,5% dan Nasdaq yang anjlok 3,1%.
- Menurut juru bicara Nvidia, model DeepSeek merupakan "kemajuan AI yang luar biasa" yang "sepenuhnya mematuhi kontrol ekspor". Namun, model ini masih membutuhkan "jumlah besar" unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia.
- Penurunan saham Nvidia juga berdampak pada perusahaan teknologi lain seperti Arm, Broadcom, dan Oracle, yang mengalami penurunan saham sedikitnya 10%.
(kam/cho)
Editor : Hakam Alghivari