BLORA, Radar Bojonegoro – DPRD Blora sarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora agar program makan siang bergizi tahun depan libatkan UMKM lokal. Pasalnya, program prioritas makan siang yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu membutuhkan produsen makanan, minuman, dan buah-buahan.
Ketua DPRD Blora Mustopa mengatakan, dengan adanya program makan bergizi gratis itu diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Blora. Pasalnya, banyak UMKM di Blora yang bisa dimaksimalkan perannya dalam menyokong program nasional tersebut.
’’Nanti harapan kami itu pelaku UMKM di Blora bisa dilibatkan kaitannya dengan program penyediaan makan bergizi gratis itu,” jelasnya. Mustopa menyampaikan, di saat program makan bergizi tersebut, pihaknya juga akan melakukan pengawasan.
Dengan menyurvei langsung masing-masing sekolah. ’’Apakah sudah berjalan sesuai dengan aturan atau belum. Akan kami pantau setelah program ini berjalan,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan, terkait program makan bergizi gratis saat ini masih menunggu regulasi dari pusat. Apakah dianggarkan dari APBD, atau dianggarkan dari pemerintah pusat. ’’Ini regulasinya kita masih menunggu,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bappeda Blora Mahbub Djunaidi, mengatakan pihaknya juga masih menunggu kebijakan dari pusat. Sehingga, belum bisa memastikan penerapannya di daerah. Namun, dalam waktu dekat, pihaknya bakal menjadwalkan rapat koordinasi untuk membahas program tersebut.
’’Rencana minggu ke tiga bulan ini kami akan rapat membahas program makan bergizi gratis itu,” paparnya. Ia menegaskan, pos anggaran yang dibutuhkan jika menggunakan APBD, juga akan sesuai petunjuk dari pemerintah pusat.
Pemerintah daerah nanti menganggarkan program makan bergizi gratis di dinas yang mengurusi pendidikan, sesuai kemampuan keuangan daerah. ’’Pemerintah pusat masih menggodok skema yang pas untuk daerah,” katanya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana