BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Harga tembakau rajang kering di musim panen tahun ini mencapai Rp 45 ribu per kilogram. Petani berharap harga stabil. ‘’Tanam Mei dan panen petikan pertama akhir Juli lalu,’’ kata Ratno petani tembakau asal Desa/Kecamatan Sugihwaras Senin (5/8).
Dia melanjutkan, pada tahun ini menanam jenis Jawa. Untuk petikan pertama berhasil menjual Rp 30 ribu per kilogram untuk rajang kering. Sedangkan, Rp 2.500 per daun. ‘’Prediksi dan harapannya naik terus di panen kedua,’’ harap Ketua Kelompok Tani (Poktan) desa setempat itu.
Dia menambahkan, petikan kedua rencana dijual pada Kamis (8/8) mendatang. Namun, ada kekhawatiran para petani tembakau, yakni cuaca.
Harapannya tidak hujan untuk menjaga harga stabil naik. ‘’Harga petikan kedua belum tau. Rencana jual Kamis besok. Harga ini dipengaruhi cuaca juga soalnya,’’ imbuhnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Helmy Elizabeth menjelaskan, panen tembakau mulai terjadi di beberapa wilayah.
Di antaranya Kecamatan Sugihwaras, Kepohbaru, Kedungadem, Sumberrejo, Sukosewu, dan Baureno.
Juga, Kecamatan Kedungadem mulai panen daun bawah. ‘’Gowokan istilahnya. Panen belum banyak. Terpantau baru di Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem,’’ kata Helmy sapaan akrabnya.
Dia melanjutkan, untuk daun bawah rajang kering harganya mencapai Rp 35-37 ribu per kilogram. Menurutnya, bakal naik untuk daun bagian tengah. ‘’Bahkan, per hari ini (Senin, red) petikan ketiga harga mencapai Rp 45 ribu per kilogram,’’ bebernya.
Dia menuturkan, naik turun harga tergantung kualitas tembakau. Terutama dapat turun ketika suplai lebih banyak dibanding kebutuhan pabrik. ‘’Harga turun karena kualitasnya. Salah satunya pengaruh cuaca,’’ pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana