BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penyelenggaraan event Bojonegoro Thengul International Forklore Festival (B-TIFF) snatat mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan kuliner lokal.
Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Bojonegoro mulai Sabtu-Rabu (20-24 Juli) mampu membangkitkan semangat para pelaku UMKM. Kepala Disbudpar Bojonegoro Budiyanto ingin menjadikan event kebudayaan dan pariwisata ini sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan menyediakan 21 stand. Dan, diikuti 17 asosiasi serta 59 pelaku usaha. ’’Selain event kebudayaan dan pariwisata. Kegiatan ini juga untuk pemberdayaan ekonomi,” tuturnya. Ramainya kunjungan dalam B-TIFF turut dirasakan Diding Kusuma Atmaja penjual minuman di pameran UMKM dan kuliner.
Dia senang dan bersyukur. Karena diberikan wadah berjualan. Apalagi tidak dipungut biaya untuk membuka stand. ’’Alhamdulillah, dari dinas tidak menungut biaya untuk ikut stan,” ujarnya.
Diding mengapresiasi kegiatan ini. Dan bangga, di Bojonegoro ada event taraf internasional. Terlebih juga menggandeng UMKM lokal. Dia mendoakan Thengul bisa segera mendunia.
Pria berkacamata ini berharap B-TIFF yang tiap tahun ini digelar terus menggandeng UMKM lokal. Terlebih, UMKM Bojonegoro punya potensi. ’’Banyak produk-produk unggulan Bojonegoro yang bagus dan berpotensi. Dan, harus dikenalkan kepada masyarakat luar daerah. Terlebih hingga diekspor,” harapnya. (*/tih)
Editor : Yuan Edo Ramadhana