BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Bantuan pangan (banpang) beras resmi diperpanjang hingga tiga tahap tahun ini. Tujuannya mengantisipasi ancaman kekeringan dan kenaikan harga di akhir tahun.
Namun, jumlah penerima bantuan pangan (PBP) belum bisa dipastikan. Lantaran menunggu data dari badan pangan nasional (bapanas).
‘’Tiga tahap (pemberian banpang tahun ini),’’ kata Pemimpin Cabang Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja kemarin (16/7).
Dia melanjutkan, sebelumnya pemberian banpang beras dilakukan dua tahap. Namun, berdasar pemberitahuan bapanas menjadi tiga tahap. Penerimaannya masih sama dalam bentuk sepuluh kilogram (kg) beras. ‘’Belum tau jumlah PBP (penerima bantuan pangan). Karena belum keluar surat perintahnya,’’ jelas Ferdian.
Dia menuturkan, untuk PBP ditentukan oleh bapanas dan bulog hanya berperan sebagai operator. Pria asal Pamekasan itu menjelaskan, untuk perpanjangan banpang beras dilakukan untuk mengantisipasi ancaman kekeringan serta adanya kecenderungan kenaikan harga di akhir tahun.
Sekaligus upaya mengentaskan kemiskinan, menangani kerawanan pangan, hingga kekurangan pangan dan gizi. ‘’Untuk data PBP diterima mungkin akhir Juli. Karena Agustus kan sudah mulai salur,’’ bebernya.
Terpisah, Nurdiansah warga Desa Tinawun, Kecamatan Malo mengatakan, menerima banpang beras tahun ini. Dia berharap, bantuan itu benar-benar dapat diperpanjang. Karena sedikit meringankan beban. ‘’Saya baru tadi (kemarin, red) menerima di balai desa. Sepuluh kg beras ada logo bulog,’’ kata pria kerap disapa Iyan itu. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari